SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Banyuwangi berkomitmen mewujudkan kabupaten yang ramah pada anak. Pemkab Banyuwangi bersama sejumlah stake holder menandatangani pakta integritas di Banyuwangi , Jumat (9/12/2016). Mereka bersama-sama berkomitmen menjadikan Banyuwangi sebagai Kabupaten Layak Anak.

Pakta tersebut berisi komitmen untuk menjadikan Banyuwangi sebagai daerah yang aman, nyaman, sehat dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Stake holder yang menandatangani tersebut adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Banyuwangi, pengusaha swasta, dan insan pers. Turut menyaksikan penandatangan pakta tersebut Asisten Deputi Perlindungan Anak Dari Kekerasan Kementerian Perlindungan Perempua dan Perlindungan Anak Rini Handayani.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pakta ini semakin memperkuat komitmen Banyuwangi untuk menjadikan daerahnya sebagai tempat yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.

“Banyak program yang selama ini kita rancang sebenarnya telah mengarah ke sana. Salah satu contohnya kebijakan penyediaan fasilitas umum dan sosial bagi setiap pengembang perumahan. Fasum yang kita wajibkan ini sebagai area bermain anak dan berinteraksi sosial,” jelas Anas.

Seiring dengan pakta integritas ini, lanjut Anas, pihaknya akan menyediakan area bermain yang layak bagi anak-anak. “Kami ingin ada tindak lanjut yang nyata setelah dilakukannnya penandatanganan pakta integritas. Maka inilah langkah yang kami lakukan, kami akan menyediakan arena bermain yang layak bagi anak-anak,” kata Anas.

Playground ini rencananya akan didirikan di kantor-kantor pemerintahan mulai tingkat kabupaten hingga kantor desa. Selain itu hotel, restauran, pasar modern dan tempat publik lainnya juga akan dihimbau untuk menyediakan arena bermain bagi anak.

Selama ini, Banyuwangi sendiri telah menginisiasi sejumlah program yang tujuannya meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan perlindungan bagi anak. Seperti Lahir Procot Pulang Bawa Akta, Penyediaan wifi sebanyak 1400 titik yang telah terlindungi dari konten pornografi, pembentukan taman posyandu, Anak Tokcer, Pemberian makanan bahan bagi balita, pembentukan kelompok pendukung ASI dan motivator GIZI, sebagai arena bermain anak, pemberian Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Siswa Asuh Sebaya, dan Garda Ampuh.

Berdasarkan data yang dimiliki Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Banyuwangi, kekerasan anak di Banyuwangi mengalami penurunan dari 102 kasus di tahun 2015 menjadi 88 kasus di tahun 2016 (data November 2016).

Sementara itu Ketua PHRI Banyuwangi, Zainal Muttaqin, mendukung atas himbauan Bupati Anas untuk menyediakan arena bermain bagi anak. Dia pun akan meminta kepada semua hotel dan restauran yang tergabung di PHRI untuk mengikuti himbauan tersebut.

“Ini langkah yang sangat positif dan akan menjadi nilai tambah bagi hotel maupun restauran di mata pelanggan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY