Banyuwangi Raih Penghargaan Harmony Awards

0
41

Pewarta : Nurhadi

SUARATIMUR  (BANYUWANGI) : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam bidang kerukunan umat beragama(Harmony Awards) bersama beberapa kabupaten/ kota lain di Indonesia.  Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di hotel  Mercure Ancol Jakarta Minggu (26/02) malam.

Dalam acara tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Drs. H. Lukman Hakim Saifudin nenyerahkan secara langsung Trophy Harmony Awards kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, S Sos, yang disaksikan beberapa perwakilan kabupaten/kota lain.”Tim penilai dari mementrian Agama menilai Kabupaten Banyuwangi berhasil dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama yang tumbuh dan berkembang sehingga layak  mendapatkan penghargaan,”jelas Yusuf.

Ke depan, imbuh salah seorang kader terbaik PDI Perjuangan itu mengharapkan agar program pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dapat ditingkatkan karena hal tersebut sangat penting untuk menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

wabup-menerima-tropy-harmony-awardBeberapa waktu lalu, Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuwangi menggelar Sarasehan Generasi muda Lintas Agama yang diikuti oleh sekitar 60 pemuda lintas agama di wilayah Banyuwangi di Hotel Tanjungasri.

Drs. Wiyono, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, menyatakan acara yang digelar salah satunya diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk menjaga keutuhan keselamatan dan kelangsungan  Negara Kesatuan Repuiblik Indonesia (NKR)).

pertemuan-lintas-agama

Target yang ingin dicapai dengan menggelar acara pertemuan generasi muda lintas agama,  menurut Wiyono, di masa mendatang tidak pernah terjadi konflik antar pemeluk agama di wilayah Banyuwangi khususnya dan Indonesia umumnya.”Untuk nasional apabila model yang dikembangkan di Banyuwangi dinilai berhasil diharapkan menjadi role model yang digunakan untuk penanganan lintas agama dalam menjaga keutuhan NKRI,”tegas Wiyono.

Menurut Wiyono, kegiatan yang digelar kali ini menggunakan model yang berbeda dibandingkan dengan berbagai kegiatan sebelumnya. Bahkan ke depan akan dikemas lebih variatif mulai dalam bentuk kerja bakti bersama, perkemahan pemuda dan lain-lain.

Nara sumber agenda srasehan yang berasal dari tokoh antara lain; Pengurus Cabang NU, Pangurus Daerah (PD) Muhammadiyah, DPD LDII, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Bamag, Katolik dan Ketua Majelais Ulma Indonesia (MUI) KH. Muhammad Yamin LC yang secara singkat memberikan pemaparan materi untuk dijadikan bahan diskusi oleh pemuda lintas agama peserta sarasehan.

Selanjutnya para pemuda lintas agama dibagi dalam grup diskusi dengan materi mengacu draf yang disiapkan oleh Kesbangpol Banyuwangi. Apabila dalam pelaksanaan diskusi grup terjadi kesalahan maka para pemateri  meluruskan dan membenarkan sesuai dengan kaidah persatuan dan kesatuan yang digariskan. (*)

LEAVE A REPLY