SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Semua desa di wilayah Banyuwangi Jawa Timur diharapkan mampu memanfaat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat maupun dalam membranding desanya agar bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Pernyataan tersebut disampaikan Choiril Ustadi Yudawanto, Asisten Pemerintahan Pemerintah kabupaten Banyuwangi dalam acara Pembukaan Pelatihan Web Desa Smart Kampung Bagi Operator Web Desa Se Kabupaten Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah Selasa (06/12/2016).

web-1

Menurut Ustadi dalam beberapa tahun terakhir di lingkungan pemkab Banyuwangi penilaian kinerja aparat berbasis Informasi Teknologi (IT) dalam mewujudkan transparansi publik.

Selanjutnya ayah dua anak itu menambahkan sebenarnya pada tahun 2016 semua desa bisa memanfaatkan fasilitas fiber optik untuk melaksanakan layanan masyarakat berbasis IT. Bagi desa yang belum terjangka layanan fiber optik mereka bisa memanfaatkan provider lain. Pada tahun 2017 nanti layanan warga yang berbasis web  di wilayah pedesaan akan muncul semangat dan antusias warga untuk memanfaatkan secara optimal.”Desa perlu branding untuk menjual diri, desa perlu dikenalkan pada pihak luar karena hal tersebut merupakan penunjang untuk melakukan komunikasi dengan pihak luar. Dan dengan adanya Wen semua potensi, kekuatan dan keunggulan masing-masing desa akan tereksplore,”jelas Ustadi.

web-3

Lebih lanjut pria kelahiran Jember itu mencontohkan desa Tegalsari yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) waluh yang ternyata bijinya bisa dimanfaatkan untuk bahan dasar camilan Kuaci.

Pada dasarnya, imbuh Ustadi semua orang bisa belajar membuat Web secara otodidak, namun akan lebih baik apabila melakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki keahlian dan ketrampilan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan untuk pembuatan Web.

Apabila desa belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan, menurut pria kalem itu bisa memanfaatkan Rumah Kreatif untuk menawarkan potensi dan produk desa tersebut kepada pihak luar.

Selanjutnya Ustadi menambahkan dengan keberhasilan desa melakukan branding dirinya diharapkan mampu mengimbangi keberhasilan pemkab Banyuwangi yang dipimpin oleh bupati Abdullah azwar Anas yang mampu merubah imej Banyuwangi yang dikenal kota santet menjadi kota wisata.

Ustadi mencontohkan keberhasilan Go Jek memanfaatkan IT bisa mendunia meskipun sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Apabila bagi aparatur desa dan warga masyarakat yang jelas-jelas memiliki kemampuan dan kekayaan, tentunya bisa berbuat lebih.”Kedepan operator desa diharapkan aktif untuk mengup date informasi positif desa melalui media sosial. Dan ini merupakan cara cepat untuk memberikan informasi kepada dunia luar,’ujarnya.

Sementara Zen Kostolani, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa (BPM & Pemdes) menyatakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan program pelatihan bagi operator desa adalah web yang ada di desa-desa bisa aktif bergerak.

web-2

Menurut Zen, pihaknya menyadari tidak semua desa memiliki fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan dan mendukung untuk  membangun fasilitas berbasis IT.”Apabila tidak kita fasilitasi dengan program seperti ini, tidak menutup kemungkinan aparatur dan masyarakat desa kurang tergerak untuk menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki secara optimal,”jelas mantan camat Purwoharjo itu.

Zen mencontohkan desa Gintangan kecamatan Rogojampi yang selama ini terkenal dengan aneka macam kerajinan bambu, dengan adanya web selain mampu memperluas jangkauan untuk memasarkan produk kerajinan, warga masyarakat diharapkan untuk inovatif dan kreatif dalam menghasilkan produk sekaligus berfikir tentang kelangsungan untuk mendapatkan bambu yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dan selalu ada apabila dibutuhkan.

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan pembuatan web, lanjut Zen Kostolani, pihaknya berharap di masa mendatang akan menggelar lomba agar mereka kompetitif dalam berkarya. “Desa yang kami nilai baik akan mendapatkan reward dan bagi yang kurang akan mendapatkan pembinaan agar mereka mampu memperbaiki kekurangannya, yang lain bisa mengapa mereka tidak. Apabila aparat dan warga desa pasif tentunya mereka akan semakin tertinggal dengan desa-desa lain ”tegas Zen.

Dengan perkembangan jaman yang cepat seperti ini, menurut Zen Kostolani jamanya warga untuk bekerja bergerak untuk melakukan tindakan agar pemerintah desa mampu memberikan pelayanan, mengayomi dan membangkitkan perekonomian desa. Salah satu medianya adalah melalui web yang ada di masing-masing desa untuk menggali, menumbuh kembangkan dan menjual potensinya kepada pihak luar. (nur/*)

LEAVE A REPLY