Gelar Pentas Seni Tiap Hari

0
39

Pewarta : Nurhadi

SUARATIMUR (BANYUWANGI) Dalam upaya menjaga melestarikan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan daerah Banyuwangi dalam beberapa bulan terakhir mengelar pertunjukan seni budaya setiap malam di halaman Gedung Pamer milik Pemkab Banyuwangi,seperti Kamis malam (13/2), puluhan siswa gabungan dari tiga desa di Kecamatan Songgon menampilkan beragam kesenian, mulai dari tari gandrung, jaranan, hingga pantomim.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan atraksi ini akan menjadi tujuan wisata baru di Banyuwangi.  “Kami mendapatkan masukan, banyak wisatawan yang sebenarnya ingin melihat pertunjukkan kesenian Banyuwangi. Maka mulai Januari lalu kita  menggelar pertunjukkan seni dan budaya lokal setiap hari,” kata Anas.

Anas mengungkapkan pentas seni budaya ini digagas sebenarnya untuk menyiapkan panggung bagi generasi muda penerus seni budaya. Pemkab Banyuwangi memberikan ruang bagi generasi penerus seni budaya yang bisa menjadi modal bagi mereka untuk membentuk kepercayaan diri.

????????????????????????????????????

Anas menambahkan,  konsistensi memberikan ruang bagi generasi pecinta seni budayatersebut penting untuk mendorong tumbuhnya talenta. Karena, selama ini anak-anak banyak didorong mempelajari seni budaya, namun jarang mendapatkan ruang untuk mengekspresikan apa yang dipelajari dan disenangi. “Bagi kami, kesenian dan pariwista tidak hanya untuk mendatangkan turis.  Atraksi wisata yang kita buat, adalah salah satu cara untuk konsolidasi budaya. Mereka harus berlatih rutin sebelum tampil, belum lagi mereka harus berlatih atraksi bareng dengan siswa lintas sekolah. Konsolidasi budaya perlahan akan tercipta,” terangnya

Menurut Khusnul Khotimah,  siswi SDN 1 Sumberbulu Kecamatan Songgon, bersama dengan rombongannya mengaku sangat senang diberi kesempatan bisa manggung di kota Banyuwangi. “Awalnya malu dan takut waktu mau tampil, tetapi pas manggung rasanya senang banget. Semoga acara semacam ini diadakan terus, biar kami ada kesempatan menari di kota. Biasanya kami menari di sekitar sekolah atau desa saja,” ujar siswi kelas 5 tersebut. (*)

LEAVE A REPLY