paparan-bajulmati

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Salah satu mata acara kunjungan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla, ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/12/2016), adalah menerima paparan sekaitan progress Waduk Bajulmati, Wongsorejo, yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, DR. Guntur Priambodo ketika memaparkan kemajuan Waduk Bajulmati dihadapan Wapres Jusuf Kalla, di Pendopo Bupati Banyuwangi, menjelaskan Waduk Bajulmati sejak diresmikan beroperasi bulan Desember 2015 lalu, hingga kini sudah terisi air sebanyak 6,8 juta meter kubik dari 10 juta meter kubik daya tampung waduk yang diharapkan mampu mengairi 1.800 hektar lahan persawahan, diantaranya 600 hektar merupakan lahan sawah baru.

‘’Bila sesuai dengan prediksi musim penghujan bulan Desember ini, Waduk Bajulmati akan terisi penuh sebanyak 10 juta meter kubik pada dua bulan mendatang,’’ jelas Guntur Priambodo menjawab pertanyaan Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi, Pangdam V/Brawijaya Mayjen I Made Sukadana, Pejabat Forpimda Banyuwangi serta sejumlah pengusaha nasional yang ikut serta dalam rombongan Bapak Wakil Presiden.

Sementara itu, Kepala Pusat Bendungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso pada kesempatan mengunjungi Waduk Bajulmati, Sabtu (9/9/2016) belum lama ini, menjelaskan Selain untuk irigasi pertanian, manfaat sumber air dari Waduk Bajulmati juga dirancang untuk penyedia air baku, penahan banjir, pembangkit listrik, bahkan wisata.

Pemanfaatan untuk pembangkit listrik saat ini masih dalam kajian bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara pemerintah dan pihak swasta. Nantinya potensi listrik yang bisa dihasilkan dari waduk tersebut akan mencapai 0,34 Mega Watt yang bisa digunakan memenuhi kebutuhan waduk atau dijual ke PLN.

“Sudah banyak perusahaan swasta yang akan berinvestasi untuk pembangkit listrik ini, namun masih kita sharing aturan-aturan kerjasamanya,” bebernya.

Imam menambahkan saat itu, dirinya bertugas memantau perkembangan waduk-waduk di Indonesia termasuk waduk Bajulmati di Banyuwangi. Nantinya temuannya ini akan dilaporkan Menteri PUPR ke Presiden Jokowi.

Sedang Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Berantas, Amir Hamzah yang menangani pengelolaan waduk di Jawa Timur menambahkan hadirnya waduk bermanfaat untuk menampung air yang dibuang ke laut. Hadirnya waduk Banjulmati menjaga ketersediaan air di Banyuwangi tetap terjaga.

“Bendungan memang seyogyanya banyak dibangun. Pasalnya dari total 100 persen air sungai, 80 persennya dibuang ke laut. Belum ada yang menyimpan kan sayang kalau hanya terbuang padahal banyak manfaatnya,” katanya.

Pemanfaatan waduk yang dibangun dengan dana Rp 422 M itu diakui Amir sudah sesuai rencana. Hanya saja saat ini Balai Besar Sungai Brantas punya target mengisi waduk tersebut hingga penuh.

“Progressnya sudah 100 persen sesuai rencana, saat ini tinggal perawatan dari kontraktor. Sekarang masih proses pengisian waduk. Target kami musim penghujan bisa terisi optimal,” tukasnya.

Amir memanbahkan pihaknya bersama Dinas Pengairan Banyuwangi akan melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan waduk. Sehingga masyarakat diharapkan sadar lingkungan dan mampu memanfaatkan sumber air tersebut dengan bijaksana.

“Pekan depan kami bersama Dinas Pengairan Banyuwangi akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan waduk ini,” tambahnya.

Nurhadi/Eko Suryono

 

LEAVE A REPLY