iskandar-azis
SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diminta segera membenahi pelayanannya dan memastikan layanan yang diberikan gratis. Pernyataan tersebut disampaikan Choiril Ustadi Yudawanto, Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah, Selasa (06/12/2016).

Menurut Ustadi apabila ada oknum nakal pihaknya berharap aparat penegak hukum bisa mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang ada. “Secara kepegawaian tentu akan kita pindah ke tempat yang tidak berkaitan dengan pelayanan. Bagi pejabat struktural apabila terlibat kita isnpektorat melakukan pemeriksaan,”tegas Ustadi.

Menanggapi pernyataan minor Asisten Pemerintah Pemkab Banyuwangi itu, Iskandar Aziz, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuwangi ketika dikonfirmasi SUARATIMUR.NET, Rabu (7/12/2016), mengatakan no coment. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah perubahan mind set dan komitmen bersama semua pihak untuk mendukung program bupati Banyuwangi, bagaimana memberikan pelayanan bagi warga masyarakat yang bermutu dan bekualitas bebas pungutan serta transparan.

img_20160520_081132

Iskandar Aziz, menambahkan, dengan adanya program pelatihan web, ke depan akan sangat membantu upaya peningkatan mutu dan kualitas layanan administrasi kependudukan.
Dalam menangani pembuatan Karti Tanda Penduduk (KTP), Akte Kelahiran maupun administrasi kependudukan, pihaknya merupakan instansi terakhir yang menanda tangani berkas dari petugas kecamatan yang ada di wilayah Banyuwangi.

“Kalau ada keluhan warga terkait adanya pungutan dana kepada warga tentunya butuh cross ceck sebenarnya pihak mana yang melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan!,”tegas Iskandar.

Kalau ada warga yang menggunakan jasa pihak ketiga dalam mengurus administrasi kependudukan, menurut Iskandar kejadian tersebut diluar kewenanganya yang sudah berupaya memberikan layanan maksimal bagi warga masyarakat. (*)

Nurhadi

Top of Form

Bottom of Form

Top of Form

Bottom of Form

 

LEAVE A REPLY