img_8433

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Sesaat setelah mendarat di Bandara Blimbingsari dengan pesawat kenegaraan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyempatkan diri untuk meninjau kawasan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (15/12/2016). Dalam kunjungannya tersebut, Wapres Jusuf Kalla mengaku bangga dengan pertumbuhan kawasan bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut.

Kawasan yang pertama kali dituju oleh Wapres Jusuf Kalla adalah sekolah pilot yang berada di kawasan bandara tersebut. Dari tiga sekolah pilot yang berada di Blimbingsari, Jusuf Kalla mengunjungi Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi (LP3B). “Tidak banyak daerah yang memiliki sekolah pilot. Apalagi sampai tiga seperti di Banyuwangi ini,” ungkap Jusuf Kalla.

Banyuwangi, menurut Jusuf Kalla, pandai memanfaatkan potensi bandaranya. Ketika frekuensi penerbangannya masih belum padat, justru dimanfaatkan dengan membuka sekolah penerbangan.

“Sumber daya pilot ini lahir dari daerah-daerah, seperti di Banyuwangi ini. Karena, bandara kalau sudah ramai, akan sulit untuk sekolah (penerbangan). Misalnya, akan sulit jika ingin (membuka sekolah penerbangan) di (Bandara) Cengkareng,” terang JK – panggilan akrab Jusuf Kalla.

Selain LP3B, di Bandara Blimbingsari sendiri terdapat dua sekolah penerbangan lainnya. Yaitu, Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) dan Banyuwangi International Flight Academy (BIFA).

Selain ke sekolah penerbangan, Jusuf Kalla juga menyempatkan diri untuk memantau progres pembangunan terminal baru Bandara Blimbingsari. Pengembangan bandara yang mengusung konsep green arsitecture tersebut, diapresiasi oleh orang nomor dua di negeri ini. Menurutnya, pengembangan bandara Blimbingsari tersebut sudah cukup, tinggal menambah penguatan saja.

“Bandaranya sudah cukup, tinggal penambahan penguatan saja,” ungkap Jusuf Kalla merujuk pada kondisi ketebalan landasan dan perpanjangan runway yang direncanakan akan ditingkatkan pada awal tahun depan.

Pembangunan Bandara Blimbingsari, lanjut Jusuf Kalla, memiliki posisi strategis untuk menunjang penerbangan di wilayah Jawa Timur selatan. “Bandara ini strategis untuk menunjang penerbangan di Jawa Timur sisi selatan. Seperti Situbondo dan Bondowoso, tak perlu ke Surabaya dulu untuk terbang. Cukup lewat Banyuwangi,” paparnya.

Bandara Blimbingsari berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dengan kapasitas 250 ribu penumpang. Setiap harinya, terdapat 3 flight yang melayani rute Banyuwangi – Surabaya pp.

Tercatat penumpang melonjak hingga 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015). Hingga November 2016, bandara tersebut telah melayani lebih dari 102.000 penumpang.

Dalam kunjungannya tersebut, Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi. (*)

 

LEAVE A REPLY