SUARATIMUR.NET : Warga tiga desa di tiga kecamatan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menanti janji pemerintah kabupaten untuk segera merealisasi bantuan anggaran pembangunan jembatan yang bisa membuka akses ketiga desa tersebut. Namun, hingga bulan November ini belum juga ada kejelasannya. Padahal anggaran pembangunan jembatan yang dirangkai dengan pelaksanaan Tentara Nasional Masuk Desa (TNMD) itu, telah dianggarkan dalam APBD 2016.

Bagi warga di Desa Kebaman Kecamatan Srono, Desa Sarimulyo Kecamatan Cluring dan Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar, jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 8 meter sangat berarti, khususnya bagi pelajar yang sedang menuntut ilmu di bangku sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Begitu pula bagi warga yang bermatapencaharian sebagai petani serta untuk kepentingan sosial ekonomi warga.

Belum adanya jembatan di kawasan itu, membuat warga bila akan menuju satu desa dengan desa lainnya harus berjalan kaki melintasi sungai yang memisahkan ketiga desa yang ada. Atau bagi pelajar untuk pergi ke sekolahnya, juga harus menyeberangi sungai dan berjalan kaki sejauh dua kilometer. Kalau tidak mereka harus memutar hingga sejauh tujuh kilometer. Karena itu warga setempat sangat berharap adanya jembatan itu, sebagai bentuk dukungannya mereka rela menghibahkan tanahnya untuk pelebaran jalan akses menuju jembatan tersebut.

Kepala Desa Kebaman, Sucipto, ketika dikonfirmasi SUARATIMUR.NET, sekaitan kepastian pembangunan jembatan di Dusun Krajan Desa Kebaman, belum bisa memberikan penjelasan secara pasti. Pasalnya, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi kelanjutan dari pihak pemkab setempat.

Namun diakui Sucipto, sempat beredar di masyarakat bila jembatan yang dibiayai dana APBD Banyuwangi 2016 itu akan dikerjakan bulan Desember tahun ini melalui program TNMD.

Menurut Sucipto, jembatan tersebut sangat berarti bagi warganya dan warga di dua desa di dua kecamatan yang berbatasan dengan desanya. Bahkan jembatan ini juga bisa dijadikan jalan alternatif ketika jalan raya antara Kecamatan Cluring dan Kecamatan Srono ada kegiatan.

Pentingnya jembatan tersebut, lanjut Sucipto, membuat warganya sangat antusias untuk mendukung terwujudnya jembatan yang menghubungkan Desa Kebaman, Desa Tapanrejo dan Desa Sarimulyo. Mereka tidak hanya merelakan lahannya untuk pelebaran jalan menuju jembatab, tetapi juga bekerja bakti serta menyewa alat berat untuk pemadatan jalan.

‘’Saya kawatir warga kecewa apalagi mereka juga sudah tahu jika anggaran jembatan ini akan cair tahun 2016. Namun hingga memasuki bulan Nopember belum ada kepastian kapan pembangunan jembatan ini segera dimulai,’’ papar Sucipto.

Sementara itu Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Robby Bulan ketika dikonfirmasi SUARATIMUR.NET, di ruang kerja Senin (7/11/2016), membenarkan bila pembangunan jembatan di Desa Kebaman Kecamatan Srono, akan dilaksanakan pada tahun 2016 melalui program TNMD. Namun belum adanya titik temu antara Peraturan Menteri Keuangan untuk TNI Angkatan Darat (AD) dengan Peraturan Daerah terkait dana hibah, sehingga sampai saat ini pembangunan jembatan itu belum bisa dilaksanakan.

Menurut Robby Bulan, satuan kerja di lingkungan TNI AD yang bisa menerima dana hibah adalah korem, sementara berdasarkan PERDA Kabupaten Banyuwangi, dana hibah tidak diperbolehkan diberikan pada kelembagaan di luar wilayah Banyuwangi.

‘’Sebenarnya para pihak sudah beberapa kali bertemu untuk membahas permasalahan ini, namun hingga kini belum ada titik temu,’’ jelasnya.

Namun lanjut perwira TNI AD kelahiran Aceh itu, guna memecahkan kebuntuan aturan dana hibah tersebut bisa dikembalikan lagi ke satuan kerja pemkab setempat yang berkompeten dengan pembangunan infrastruktur yang ada.

‘’Karena anggarannya mencapai Rp 1 Miliar, sebaiknya pengerjaannya ditawarkan dengan mekanisme tender. Baru dalam proses pembangunannya melibatkan kami melalui program TNMD,’’ ungkapnya.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan TNMD Reguler, personil yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapatkan uang saku dari TNI. Tetapi dalam TNMD Perimbangan uang saku berasal dari pemda setempat, dalam hal ini TNI hanya menyediakan tenaga yang dibutuhkan selama pelaksanaan program itu.

‘’Kami berharap pembangunan jembatan tersebut segera bisa direalisasikan karena jembatan ini sangat berguna bagi warga desa disana,’’ tambahnya.

Pewarta : Nurhadi

Editor    : Eko Suryono

LEAVE A REPLY