Kades Dukuhdempok Berdayakan Eks Buruh Migran Melalui Desbumi

0
93
Miftahul Munir bersama dengan Bupati Jember dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta aktivis Migran Care Bambang Ngap ssebelum berangkat ke Swiss

SUARATIMUR (JEMBER) – Kepala Desa Dukuh Dempok Miftahul Munir terpilih mewakili Indonesia untuk memberikan presentasi di Markas Besar PBB di Swiss, bukan sebuah kebetulan, Miftah terpilih karena pihaknya konsenr dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan Buruh Migran, dengan program Desbumi atau Gerakan Desa untuk Perlindungan Buruh Migran, pihaknya juga menggandeng LSM yang berkomitmen sama, yakni Migrant Care, sehingga ada pendampingan yang baik.

“Jadi setelah persoalan kejelasan lembaga penyalur, kelengkapan dokumen terutama dari desa, kita juga damping mereka ketika mereka jadi korban penyalur TKI illegal, seperti yang pernah kita lakukan sebelumnya, yakni menjemput mereka di tahanan perbatasan Indonesia Malaysia,” katanya.

Belum cukup sampai disitu, di Desa Dukuhdempok juga akan mengawal para pensiunan TKI setelah mereka pulang kembali ke kampungnya. “Ini yang paling menarik, karena mereka akan kita damping supaya berdaya lagi secara ekonomi karena rata-rata mereka bekerja di sektor informal saat di luar negeri, termasuk pendampingan tentang cara pengelolaan uang hasil mereka bekerja di luar negeri bertahun-tahun,” tambahnya.

Uniknya lagi, pendampingan terhadap mantan TKI ini juga difokuskan bagi keluarga mereka, terutama anak-anak mereka yang sudah sekian lama tidak berkomunikasi secara baik dengan orang tuanya saat bekerja di luar negeri. “Untuk urusan pendampingan terhadap anak-anak mantan TKI, kita bekerjasama dengan LSM Migrant Care, mulai simulasi psikologis, simulasi permainan untuk mendekatkan lagi anak-anak kepada orang tuanya, dan diskusi intens, agar hubungan orang tua dan anak kembali berjalan normal,” lanjutnya.

Tidak cukup disitu, seluruh kegiatan pendampingan buruh migrant ini sudah terakumulasi dengan baik dalam Peraturan Desa (Perdes) yang juga didukung dengan alokasi anggaran yang memadahi untuk tahap awal ini. “Di tahun 2017 ini kita alokasikan khusus untuk pendampingan buruh migrant sebesar Rp. 40 juta lebih, dan di tahun mendatang akan kita rancang lebih baik lagi, khususnya untuk pencapaian system informasi tentang TKI, sehingga nantinya kita akan tahu keberadaan mereka, kondisinya, masa berlaku tugasnya dan sebagainya,” terangnya.

Sementara Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menyatakan kebanggaannya atas undangan dari PBB ini. “Tentunya apresiasi kita berikan kepada Kades Dukuhdempok, semoga di PBB nanti dapat mempresentasikan apa yang sudah dilakukan di Jember ini, dan bisa diadopsi untuk perlindungan buruh migrant secara internasional,” jelasnya. Lebih jauh, Bupati Faida juga menerangkan bahwa nantinya Pemkab Jember akan terus memberikan sosialisasi terhadap perlindungan buruh migrant ini, minimal seperti yang sudah dilakukan di Desa Dukuhdempok kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Jember, baik dari sisi aturan, pendanaan, hingga tata cara pendampingannya. (*)

LEAVE A REPLY