Menteri ESDM Resmikan Sumur Bor di Panti Jember

0
15

SUARATIMUR (JEMBER) – Menteri ESDM Ignasius Jonan, Sabtu (7/4/2018) resmikan sumur bor air tanah yang dibangun badan Geologi Kementrian ESDM tahun 2017 wilayah Propinsi Jatim di Desa Suci Panti Jember.

Kepala Geologi Rudy Suhendar mengatakan, bahwa pembangunan sumur bor air tanah ini selama tahun 2017 pihak Geologi sudah membangun 53 sumur bor di seluruh jatim dan peresmiannya dipusatkan di Jember.
“Pembangunan sumur bor bawah tanah yang diresmikan di Jember, merupakan bagian dari 53 sumur bor yang dibangun di Jatim, secara keseluruhan sumur bor air bawah tanah se Indonesia yang dibangun oleh Badan Geologi terdapat 250 sumur, saat ini yang sudah terealisasi sekitar 237 diseluruh Indonesia, termasuk 53 yang di jatim,” ujar Suhendar.
Di Jawa Timur, 53 sumur bor air tanah tersebar di 18 kabupaten dan kota, dimana Pamekasan mendapat kuota terbanyak yaitu 10 sumur bor, dan Jember urutan kedua dengan 7 sumur bor.
Suhendar menambahkan, bahwa pembangunan sumur bor air tanah ini untuk pengentasan daerah sulit air, dimana satu sumur yang memiliki kedalaman 125 meter ini mampu melayani 2000 jiwa, dengan produksi rata rata 2 liter per detiknya.
Menteri ESDM Ignasius Jonan pada kesempatan tersebut mengatakan, bahwa program pengentasan daerah sulit air ini mendapat dukungan Komisi VII DPR RI dan merupakan program Nawacita pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yaitu pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat.
“Program pembangunan Sunur bor air tanah ini sudah di dukung oleh Komisi VII DPR RI yang merupakan mitra kerja Kementerian ESDM dengan menggunakan APBN, serta bagian dari program Nawacita Presiden Jokowi yang menginginkan pembangunan langsung memyentuh masyarakat,” ujar mantan menteri Perhubungan ini.
Sementara Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR yang hadir pada acara ini mengucapkan terima kasih atas pembangunan sumur bor air tanah dari APBN, dimana hal ini akan membantu mempercepat pembangunan daerah.
“Pembangunan sumur bor ini dari APBN, ada juga pembangunan yang di danai dari APBD Propinsi, maupun APBD Kabupaten, nanti yang belum mendapat pembangunan dari dana APBN akan diupayakan dari anggaran APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten,” pungkas Faida.
Acara ini sensiri dihadiri Forkopimda dan anggita DPR RI Komisi VII dari dapil Jember Lumajang Bambang Hariyadi, serta sejumlah pejabat kementerian ESDM. (*)

LEAVE A REPLY