Setelah Menteri Perhubungan, Pekan Ini Menteri BUMN ke Jember Klirkan Status Tanah Bandara

0
38
1. Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, saat bertemu dengan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro menindaklanjuti rencana pembangunan bandara Nootohadinegoro Jember sebagai sub embarkasi haji dan umroh di wilayah timur Jawa Timur

SUARATIMUR (JEMBER) – Upaya Pemkab Jember untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro menjadi Sub Embarkasi Haji dan Umroh terus ditindak lanjuti, setelah respon cepat dari Kementerian Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, beberapa pekan yang lalu, Bupati Jember dr. Hj. Faida melanjutkan dengan rapat marathon di Jakarta, dengan Menteri ATR, sehingga pada pekan ini Menteri BUMN diperkirakan akan datang ke Jember.

Hal itu sebagai tindak lanjut pertemuan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, dengan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro di Jakarta, pekan kemarin.

Dalam pembahasan kelanjutan atas perintah Presiden RI Joko Widodo untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember menjadi bandara sub embarkasi haji dan umroh di Jawa Timur bagian Timur, Menteri BUMN melalui Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro, mengatakan telah melihat langsung presentasi Bupati Faida terkait peta bandara, runway, tata letak dan lokasi rencana perluasan, termasuk status tanah bandara.

Guna mempercepat perintah dan progres laporan ke Presiden dibutuhkan langkah koordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Menteri BUMN memanggil PT Angkasa Pura dan PTPN XII terkait operator bandara, dan terkait status tanah bandara Notohadinegoro saat ini.

“Kita segera tindaklanjuti bandara embarkasi antara itu. Ibu Menteri BUMN membahas pekan ini, karena menjadi atensi Pak Presiden,” kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro.

Seperti biasa Presiden Jokowi akan meminta laporan berkala terkait progres yang telah diperintahkan. “Kita jadwalkan ke Jember untuk meninjau langsung lokasi dan koordinasi dengan pihak Pemkab Jember dan PTPN XII,” ujarnya.

Bupati Jember dr Hj Faida, menegaskan bahwa pengembangan bandara Notohadinegoro sebagai Sub Embarkasi Haji dan Umroh, telah menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo. Sehingga perencanaan pembangunan diperjelas dengan site plan dan penganggaran yang jelas.

“Bulan-bulan ini kita atensi betul soal bandara embarkasi ini. Targetnya, sampai akhir tahun ini sesuai keinginan Presiden Jokowi, perencanaan maupun status tanah klir. Baru pada awal tahun 2018 anggaran Rp 370 miliar dikerjakan mengarah ke infrastruktur bandara,” tegasnya.

Ke depan Bandara Notohadinegoro, akan melayani jamaah haji dan umroh di 5 Kabupaten sekitar Jember (Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, dan Probolinggo) yang selama ini mencapai 17 kloter. Idealnya untuk Sub Embarkasi hanya 14 kloter.

Dalam kunjungan ke Kementerian BUMN, turut serta Kepala Dishub Drss Isman Sutomo, Sekretaris Dishub Gatot, Plt Kepala Disparbud Arif Cahyono, Kadisperindag Anas Makruf dan Kabag Hukum Ratno Sambodo.

Sekadar diketahui Bandara Notohadinegoro Jember oleh Presiden Joko Widodo diproyeksikan menjadi Bandara Embarkasi Haji dan Umroh Antara (sub) dan dianggarkan melalui APBN 2018 Rp 370 miliar dan pengembangan tahun 2019 tahap akhir.

Untuk melengkapi infastruktur Bandara, Pemkab Jember akan membangun asrama haji multi fungsi yang diletakkan di kompleks Stadion Jember Sport Garden (JSG), sebagai wisma atlet, wisma haji, wisma tamu, wisma transit, dan wisma diklat.(*)

LEAVE A REPLY