1-pembakaran

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Menindak lanjuti timjau lapang lokasi perkebunan Lidjen di kawasan lereng Gunung Ijen, Badan Ligkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengeluarkan surat teguran terhadap perusahaan perkebunan tersebut, tertanggal 5 Desember 2016.

Dalam Surat Teguran Nomor : 660/230/429.208/2016 yang ditanda tangani Pelaksana Tugas Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah, bersifat segera dan memuat perihal Tindak Lanjut Tinjau Lokasi Usaha Tani Sayuran di Perkebunan Lijen. Adapun tembusan ditujukan kepda Bupati Banyuwangi, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Banyuwangi dan Camat Licin.

Sebagaimana sidak BLH dan Bidang Perkebunan Dispertahutbun Banyuwangi, Kamis (1/12/2016) lalu, tim menemukan lokasi lahan terbuka dan terlantar sangat luas yang diperkirakan mencapai 350 hektar. Kemudian di bekas lahan tebangan kayu hutan lindung Perkebunan Lijen, ternyata belum ada kegiatan penyelamatan lahan yang dikhawatirkan akan terjadi erosi, dan sebagian lahan digunakan untuk usaha tani sayuran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip konservasi.

2-blh-sidak-lereng-ijen

Guna menghindari kerusakan lingkungan dan bencana alam, Kantor BLH Banyuwangi, meminta PT Lijen untuk; (1) mengembalikan fungsi lahan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi, dengan menanam tanaman hutan yang mempunyai batang, perakaran yang kuat guna mengendalikan kerusakan lahan yang terjadi saat ini, (2) Melaksanakan program konservasi dengan kegiatan sipil teknis untuk menahan laju gerakan permukaan air hujan dan (3) menghindari usaha lain pertanian semusim (sayur-sayuran) karena hal tersebut bertentangan dengan peruntukan dan prinsip-prinsip konservasi.

Husnul Chotimah menegaskan, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, maka pihaknya meminta PT Lijen segera melaksanakan program kegiatan penanaman pohon sesuai fungsi konservasi pada lahan yang ada paling lambat akhir Februari 2017 mendatang.

3-gundul

Namun Alif Rusdi, salah seorang staf PT Lidjen, Kecamatan Licin Banyuwangi Jawa Timur ketika dikonfirmasi SUARATIMUR, Minggu (11/12/2016), mengaku hingga kini pihaknya belum menerima surat dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Alif, saat ini pihaknya sudah menyiapkan sekitar 100 ribu bibit sengon dan 64 ribu bibit kopi yang akan  ditanam dalam bulan Desember ini. Selain itu juga sudah menyiapkan lubang tanaman sejak beberapa bulan lalu.

Bahkan  Alif menambahkan sebenarnya bibit sengon dan kopi yang akan ditanam sudah siap sejak tujuh bulan lalu. Namun karena terjadi anomali cuaca pihak perusahaan tidak melakukan kegiatan penanaman karena takut mati kekurangan air.

“Kami merencanakan dalam bulan Desember bisa menanam 100 ribu bibit sengon dan 64 ribu kopi. Dan secara bertahap akan melakukan penanaman pohon sesuai dengan ijin peruntukan  yang dimiliki,”ujarnya.

Nurhadi

 

LEAVE A REPLY