gubernurSUARATIMUR (BANYUWANGI) : Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo memberikan Kuliah Umum kepada ratusan mahasiswa Unair Banyuwangi di Aula SMK Negeri 1 Banyuwangi Rabu (15/12/2016).

Tema yang diambil dalam Kuliah Umum tersebut Arah Pembangunan Jatim Dengan Pengiatan Faya Saing Dalam Perekonomian Global.

Menurut Pak De Karwo, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur Tahun 2017 diperkirakan 5,6-7,5 persen dengan inflasi terjaga 4,1 persen. Sedangkan versi Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi 5,7-6,1 persen.”Untuk mencapai pertumbuhan 5,6 persen butuh dana investasi sekitar 508 Trilyun,”jelas Pak De.

Tantangan Ekonomi Jatim ke depan, imbuh Pak De Karwo, pembenahan pasar dalam negeri agar mampu bersaing dalam pasar bebas Asean. Selain itu butuh kepedulian pemkab/pemkot untuk mengendalikan mutasi lahan agar sektor pertanian tetap menjadi penyangga lumbung padi nasional.

Sektor lain yang butuh perhatian, menurut Pak De dalam sektor perdagangan harus ada solusi untuk menekan biaya logistik tinggi. Dimana ongkos kapal yang ditanggung pengusaha dari Surabaya – Makasar sebesar Rp 11 juta jauh lebih mahal dibanding dengan ongkos Surabaya – Singapura sebesar Rp. 2 juta.

“Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memperbanyak pelabuhan termasuk Tanjungwangi dan tidak hanya mengandalkan Tanjung Perak,”jelas Pak De.

Strategi yang dilakukan Pemprov Jawa Timur, menurut Pak De Karwo adalah memperkuat basis produksi pertanian dan perkebunan. Sampai saat ini Jatim merupakan daerah penyumbang terbesar bagi pemenuhan kebutuhan jagung, kedelai dan beras nasional.
Nurhadi

 

LEAVE A REPLY