ceki-7

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Dari sekian ilmu magic yang terkenal di Banyuwangi, salah satunya lintrik. Bagi sebagian orang, ilmu lintrik terdengar sangat menakutkan, bahkan tidak jarang menganggap apabila terkena ilmu ini tidak dapat disembuhkan dan tidak ada penawarnya.

Ilmu lintrik paling terkenal di Jawa Timur, terutama Banyuwangi karena memiliki kekuatan magic paling dahsyat dibanding ilmu pengasihan setingkat santet.

Faktanya, ilmu lintrik adalah sebuah ilmu pengasihan tingkat tinggi, dengan menggunakan media kartu ceki atau remi. Tujuannya untuk melihat target atau seseorang yang sengaja akan dilintik dari arah kejauhan, atau sengaja mengguna-guna seseorang agar jatuh cinta dan selalu teringat-ingat dengan orang yang melintriknya.

Ilmu lintrik didominasi oleh dukun wanita, meski tak jarang adapula dukun lelaki yang menggunakannya. Salah satu dukun wanita yang mahir dan sudah berpuluh-puluh tahun menggunakan ilmu lintrik adalah ibu Titik, yang berasal dari Kecamatan Glagah Banyuwangi

“Isun biso ngelintrik digi oleh seko tiban emak isun ket umur 12 tahun (saya bisa menggunakan ilmu lintrik seperti dari ibu saya sejak saya berusia 12 tahun, red.),” jelas wanita yang berusia hampir 56 tahun ini.

Sudah banyak klien ibu Titik ini, baik yang berasal dari sekitaran Banyuwangi, maupun dari daerah Jember, Bali dan Jakarta, bahkan ada pula dari luar negeri. Permasalahan mereka tidak jauh dari hal-hal berbau cinta. Keinginan mereka untuk menarik perhatian orang yang dilintrik agar selalu selalu ingat dan jika memungkinkan agar hubungannya bisa menyatu meskipun kondisinya sedang berjauhan atau tidak memungkinkan.

Untuk persyaratan lintrik, ibu Titik selalu meminta para kliennya untuk menyediakan foto dan nama lengkap dari target yang ingin dilintrik. Setelah semua persyaratan lengkap, ibu Titik dapat memulai ritual lintriknya, dengan menyalakan rokok dan membakar dupa. Kemudian foto dari target yang akan dilintrik disatukan dengan kartu lintrik lalu diucut (dikocok) diatas asap dupa, tak lupa mulut ibu Titik berkomat kamit membaca mantra.

Jumlah kartu lintrik ada 60 buah dilempar menjadi tiga kartu tertutup, lalu ibu Titik mengetuk kartu dengan jari, sisa kartu dibagi lagi menjadi tiga bagian terbuka disusun menjadi tiga deret, barulah dibaca apa yang tertera di kartu tersebut.

“Kertu ikai diketuk pen telau myakne wong hang dilintrik kroso lek diceluk (kartu ini diketuk sebanyak tiga kali agar orang yang sedang dilintrik ini bisa merasakan jika dipanggil, red.),” kata ibu Titik.

ceki-4

Gambar-gambar yang tertera di kartu lintrik ini juga mempunyai maksa, misalnya kendaraan/kader, malu/curut, duit/glinding, tutup selambu/gapit, curiga/raja, wong lanang/bedul, orang gemuk/babi, orang tua/kisut, adoh kota/gunung, tamtu/pasti. Dan salah satu mantra yang wajib dibaca pada saat menggunakan lintrik ini yaitu “Kartu kertas Rojo Cino Sun Tempuh Kepingin Weruh……(lalu menyebutkan nama target yang akan dilintrik).

“Isun ngucut kertu ikai ben katut, ben bingung, ben sayang, ben kepikiran nang kene (saya mengocok kartu ini agar orang yang ada didalam lintrik ini menjadi bingung, sayang dan terus memikirkan orang yang melintriknya),”lanjut ibu Titik sambil terus mengocok kartu lintriknya dengan sesekali menghisap rokok.

Menurut wanita asli Desa Mangir Rogojampi ini, selain digunakan sendiri, ilmu lintrik ini juga bisa dipelajari dengan cara yang tidak terlalu sulit. ibu Titik juga bersedia untuk mengajarkan ilmu lintrik ini kepada siapa saja yang ingin belajar. Hanya perlu membeli kartu lintrik, lalu pada malam Jumat Legi tepat pukul 24.00 WIB, oleh ibu Titik kartu ini akan dipendam dimakam sesepuh yang juga dukun lintrik. Pada saat kartu akan dikuburkan, tidak boleh ada seorang pun yang mengetahui atau melihatnya.

Larangan menggunakan kartu lintrik ini, yaitu pada saat sedang menstruasi atau tidak suci dan apabila selesai berhubungan badan dengan pasangan wajib untuk mensucikan diri terlebih dahulu.(*)

Vivien Helfaria Analiz

 

 

LEAVE A REPLY