SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Pameran lukisan, photografi dan patung, yang digelar 6 – 11 Desember 2016, di Gedung Paramhita Kencana Banyuwangi, tidak hanya menjadi ajang pamer karya dan kreasi seni, namun rencananya karya para pelukis setempat ini, juga akan dilelang untuk misi kemanusiaan.

Dari 126 karya seni lukis yang dipamerkan, 20 karya akan dilelang secara terbuka besok Sabtu (10/12/2016) malam, dari pukul 19.00 WIB. Ketua Panitia Penyelenggara Pameran, Ilyasin, menjelaskan 20 karya lukis yang akan dilelang dilelang terdiri dari beragam aliran. Ada imprealisme, ekspresionisme, abstrak, kontemporer, moderen hingga naturalis.

Harga yang ditawarkan di ajang lelang ini pun bervariasi, mulai dari harga Rp 2 juta hingga Rp 40 juta. “Ide lelang ini awalnya spontanitas. Karena banyak pengunjung yang berminat membeli lukisan yang dipamerkan,” kata Yasin.

Dari hasil lelang ini, lanjut dia, ada sebagian yang akan disumbangkan kepada salah satu pelukis dan kurator lukis Banywuangi yang kesohor, S Yadi K. “Pak Yadi baru saja sakit. Kami sebagai sesama pelukis merasa empati dengan beliau. Ini bentuk solidaritas sesama pelukis, sekaligus menyemangati beliau untuk tetap berkarya,” jelas Yasin.

Hingga saat ini telah ada enam peminat yang sudah berani menawar karya lelang tersebut.

Terkait harga yang dibanderol dalam lelang nanti, nilainya ditentukan oleh masing-masing pelukis. Misalnya, lukisan milik Huang Fong, sebuah lukisan Ni Wati Tidur  yang berbahan arang dan pastel dengan ukuran 33 x 53 cm, dibandrol Rp 25 juta. Sementara ada juga lukisan Air Terjun karya Mozes Misdy, yang berukuran 150 x 140 cm dibandrol hanya 15 juta.

“Kalau menurut mereka melukis cukup mudah dan tidak memiliki sesuatu dia bisa menjual murah, begitu juga sebaliknya,” terang Yasin.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengunjungi pameran ini memberikan apresiasi yang tinggi kepada seniman lukis Banyuwangi. “Gelaran pameran ini kita fasilitasi sebagai upaya pemkab untuk memberikan ruang bagi para seniman. Seni kami anggap penting, karena seni ini menjadi oase hidup,” kata Anas.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas pun melihat satu persatu karya seniman Banyuwangi. Menurut dia, pelaksanaan tahun ini lebih baik dibanding tahun kemarin. Anas pun sempat dikagetkan dengan salah seorang peserta yang tiba-tiba menyerahkan dua lukisan, potret Bupati Anas dan istrinya dalam pakaian Gandrung.

Pameran lukis ini digelar sejak Selasa (6/12/2016) dan berakhir Minggu (11/12/2016). Selain pameran seni lukis,dalam gelaran ini juga ada pameran fotografi, sedikitnya ada 100 karya terpilih cantik yang bertemakan Banyuwangi dipajang dalam bingkai. Serta furniture vintage suku Using, patung dan pameran UMKM.(*)

Eko Suryono

LEAVE A REPLY