ldii

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyuwangi, Wiyono, bersama empat stafnya melakukan kunjungan silaturahim kepada warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) wilayah kota Banyuwangi dan sekitarnya, di Masjid Baitul A’la kelurahan Karangrejo Banyuwangi Jawa Timur Minggu (11/12/2016).

Menurut H Astro Junaidi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Banyuwangi acara kunjungan terebut dihadiri oleh Pembina LDII, jajaran pengurus dan warga yang berasal dari kecamatan Banyuwangi, Glagah, Giri, Wongsorejo dan sekitarnya.

Selanjutnya H Astro menyatakan kegiatan pengajian yang digelar merupakan agenda rutin pembinaan warga di 60 majelis taklim yang dibina oleh LDII Banyuwangi, mulai dari wilayah barat kecamatan Kalibaru hingga kecamatan Wongsorejo di utara dan desa Sarongan kecamatan Pesanggaran di wilayah selatan.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pengajian, lanjut  Ketua DPD LDII Banyuwangi tersebut adalah terkait dengan upaya membangun dan mengembangkan kerukunan intern dan ekstern umat beragama di Indoenesia umumnya dan warga Banyuwangi secara khusus.

Sementara itu Wiyono, Kepala Kesbangpol Banyuwangi, menyatakan keprihatinannya melihat fenomena bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Apabila tidak segera diatasi tidak menutup kemungkinan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tinggal cerita.

Menurut Wiyono, dalam catatan sejarah perjalanan bangsa, Indonesia pernah mengalami kejayaan pada jaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Dalam sejarah dua kerajaan hancur karena perselisihan dan perebutan kekuasaan antar tokoh di dalamnya.

Kemudian di dunia internasional, imbuh Wiyono, negara adi daya yang pernah jaya di masa lalu, yakni Uni Soviet dan Yugoslavia sekarang ini tinggal cerita saja.

“Negara Indonesia berdasarkan proklamasi pada tahun 1945 sudah tidak utuh lagi dengan lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan yang dikuasai negara asing,”tegas Wiyono.

Apabila semua komponen bangsa tidak segera menyadari dan memperbaiki kondisi yang ada tidak menutup kemungkinan NKRI akan mengalami situasi dan kondisi seperti terjadi pada Uni Soviet dan Yugoslavia serta tinggal menjadi cerita di masa mendatang.

Nurhadi

LEAVE A REPLY