Ditangkap Saat Terima Uang, Oknum Wartawan Ngaku di Jebak

0
142

SUARATIMUR.NET (JEMBER) – Saham Ardianto (45th), pria asal Kecamatan Randuagung, Lumajang ini harus berurusan dengan pihak berwajib. Oknum wartawan surat kabar nasional itu diamankan polisi saat melakukan transaksi hasil kejahatannya, Jumat (30/4/2017).
Saham diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu kepala desa di Kecamatan Sumberbaru. Dengan modus mendatangi sang kepala desa dan menyodorkan koran yang memuat tentang pungutan liar dalam Program Keluarga Harapan yang ada di Desa Yosorati, dan mengancam akan menyebarkan berita tersebut di desanya.
Menurut Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo saat dikonfirmasi, Minggu (1/4/2018) siang mengatakan, meski tak merasa melakukan pungutan namun kades menyanggupi permintaan pelaku lantaran tidak mau namanya tercoreng.
“Kades menyampaikan, seandainya ini menyebar beritanya maka imejnya (kades) akan jelek di mata masyarakat, sehingga yang bersangkutan rela untuk memberikan sejumlah uang,” tutur Kusworo.
Pelaku meminta uang sejumlah 5 juta rupiah, kata Kusworo, pihak kepala desa melakukan penawaran dan keduanya sepakat menjadi 2 juta rupiah. Oleh kepala desa pelaku disuruh menunggu, sembari menyiapkan uang untuk pelaku. Kemudian kepala desa melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.
“Sehingga pada saat malam itu ada rencana akan dilakukan transaksi, dilakukan operasi tangkap tangan oleh petugas Polsek Sumberbaru,” ucapnya.
Dalam penangkapan itu polisi berhasil mengamankan barang bukti uang sejumlah 2 juta rupiah, 3 buah id card media SP milik pelaku, serta 1 eksemplar koran Metro Jatim yang dibawa pelaku untuk menekan sang kades.
Meski telah menangkap seorang pelaku, pihak kepolisian terus mendalami keterlibatan salah satu teman pelaku berinisial N, yang menurut kabar menjadi otak dalam kasus tersebut.
Sementara itu, tersangka Saham Ardianto saat ditanya mengatakan bahwa dirinya telah dijebak oleh temannya, “Saya sebenarnya korban mas, karena saya hanya disuruh mengambil uang saja (dari kades),” ucap Saham yang kini terancam hukuman 4 tahun penjara.

LEAVE A REPLY