SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Menindak lanjuti pengaduan warga pantai Boom yang merasa resah setelah mendapatkan surat perintah pengosongan lahan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Irianto bersama anggota lainnya, meninjau kawasan permukiman warga Pantai Boom, Senin (5/12/2016). Selain Iroanto, ikut pula Heksa Sudarmadi (Sekretaris F-PDI Perjuangan), dan Eko Hariyono serta Salimi, keduanya anggota.

dprd-dialog-dgn-warga-2-a
Anggota F-PDIP berdialog dengan warga

Kempat anggota Fraksi PDI Perjuang itu, langsung disambut puluhan warga pantai Boom dengan membawa spanduk yang berisikan penolakan mereka direlokasi dari lahan milik PT PELINDO III Tanjung Wangi Banyuwangi.

Menurut Nur Yasin, Ketua RW01Lingkungan Krajan Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, pada dasarnya warga mendukung upaya pembangunan proyek Marina Boom Banyuwangi. Namun mereka mengharapkan agar relokasi yang dilakukan PT Pelindo dan PPI ditunda mengingat sampai saat ini lahan yang akan diberikan belum jelas. Disamping itu ada beberapa pertimbangan yang menyangkut pendidikan anak-anak yang tengah menghadapi ujian tengah semester di sekolah maupun kepastian masa depan mata pencaharian yang sebagian bekerja di sektor informal seperti; pencari cacing dan kerang, nelayan, pesapon dan lain-lain.

“Mengingat dulu pernah ada janji yang disampaikan di lokasi ini kalau pembangunan kawasan pantai Boom salah satu tujuanya untuk memberdayakan masyarakat bukan untuk menggusur. Untuk itu kami minta PT Pelindo dan PPI bisa bersikap lebih bijak dalam melakukan,”ujar Nur Yasin.

Setelah menyaksikan langsung kondisi rumah dan lingkungan warga pantai Boom, Salami, salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan, menjelaskan sebagian besar warga tempat tinggalnya tidak layak. Program relokasi yang dilakuan oleh perusahaan diharapkan mampu memberikan fasilitas yang lebih layak bagi warga.

dprd-dialog-dgn-warga-1-a

Salimi mengharapkan agar warga tetap tenang dan berjanji secepatnya akan mengundang hadirkan PT Pelindo III, PT PPI dan Pemkab Banyuwangi serta pihak yang terkait untuk mencari solusi terbaik dalam menangani relokasi warga pantai Boom.”Seharusnya kita mencontoh Presiden Jokowi untuk memindah satu warung saja butuh pertemuan lebih dari tiga puluh kali. Sekarang bukan jamannya main gusur dalam menangani persoalan masyarakat,”tegas Salimi (nur/*)

 

LEAVE A REPLY