Gelapkan Mobil Leasing, Guru di Jember Dibui 5 Bulan

0
1271
Bukti putusan pengadilan dan foto pelaku

SUARATIMUR.NET (JEMBER) – Aksi penggelapan mobil dengan modus berpura – pura mengkredit mobil, lalu menghilangkan mobil dengan dalih dibawa kabur orang lain kembali terjadi. Kali ini, korbannya salah -satu leasing terkenal di Kota Jember. Hal itu, membuat seorang karyawan leasing Aris Purnomo warga Desa Pancakarya Ajung Jember terpaksa melapor ke Polsek Kaliwates.

Peristiwa penggelapan mobil itu, terjadi sekitar tanggal April 2017, pelakunya berinisial TP (46) warga Kebonsari Sumbersari Jember yang juga seorang PNS di salah satu PAUD ini mengambil kreditan mobil Suzuki Ertiga keluaran tahun 2016 melalui leasing ditempat pelapor bekerja. Setelah administrasi selesai, mobil pun diberikan kepada pelaku.

Awalnya Pelaku lancar membayar angsuran kreditan hingga 8 bulan. Namun memasuki bulan ke-8 pelaku tak lagi membayarkan kewajibannya tersebut. Mendapatkan angsuran konsumennya macet, petugas leasing lalu mencari pelaku ke rumahnya. Setelah ditemukan, ternyata mobil itu sudah tidak ada, “Pelaku berdalih mobil dibawa kabur orang yang rental kepadanya, karena mobil tidak ada terpaksa kami laporkan ke polsek Kaliwates,” ujar Aris Rabu (20/12/2017).

Aris menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku kemungkinan karena banyak beredar jika kredit mobil masuk undang-undang Fidusia yang perkara hukumnya masuk ke Perdata, padahal tidak demikian, “Banyak kreditur yang selama ini menganggap kredit kendaraan masuk undang-undang Fidusia, dan beranggapan pasal yang diterapkan adalah perdata, padahal perkaranya bisa ke ranah pidana,” beber Aris.

Aris mengatakan, banyak kreditur yang selama ini berpura-pura mengkredit mobil, lalu menggadaikannya ke orang lain, dan hal ini tidak diperbolehkan, apalagi pelaku tidak ada itikad baik untuk melunasi, “Pelaku kami laporkan ke Polsek Kaliwates pada April lalu dan dinyatakan P 21 pada bulan Agustus dan Akhir Nopember kemarin di vonis pengadilan,” kata Aris.

Menurut Aris, saat ini marak penjualan mobil yang tidak dilengkapi surat-surat, kebanyakan komunitas penjual mobil tanpa dilengkapi surat-surat ini mengambil barang kreditan dan menjualnya kembali, “Pelaku pengelapan mobil ini sudah seperti terkoordinir mas, banyak group jual beli online kendaraan ‘STNK’ an, saya melihat di media sosial facebook, anggotanya ada 90 ribu lebih,” tambah Aris.

Aris juga mengatakan bahwa hal-hal seperti ini yang tidak pernah di pahami oleh kreditur, banyak kreditur yang berasumsi jika kredit kendaraan itu sudah diasuransikan, jika barangnya ‘dihilangkan’ sudah dirasa aman, padahal asuransi di leasing ada aturannya.

“Banyak kreditur yang tidak paham akan asuransi yang dimaksud dalam perjanjian kredit, sehingga kreditur kadang dengan seenaknya menghilangkan barang bukti, padahal pada kredit yang dijamin asuransi itu hanya 3 aspek, yaitu kendaraan dicuri,  dirampok dan terkena bencana, selain itu tidak bisa dijamin asuransi,” pungkas Aris. (*)

LEAVE A REPLY