1-rumah-warga

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Pertanyaan diatas sangat relevan diajukan kembali ke permukaan ketika ratusan warga yang menempati Kawasan Pantai Boom, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Jawa Timur, akan digusur begitu saja oleh PT Pelindo Properti Indonesia (PPI).

Mengapa tidak? Sebuah perusahaan milik BUMN justru tidak mampu memberi contoh yang baik sekaitan relokasi warga Pantai Boom. Bagaimana tanpa persiapan yang matang, PT PPI dan PT Pelindo III (Persero) Tanjung Wangi, sudah berani mengultimatun warga harus segera mengosongkan lahan miliknya, sementara lahan belum disiapkan.

Bahkan Heksa Sudarmadi, salah seorang anggota DPRD Banyuwangi, dengan lantangnya dihadapan GM PT Pelindo III (Persero) Tanjung Wangi, Edy Sulaksono dan perwakilan PT PPI Banyuwangi, mengatakan memidahkan hewan saja sudah dipersiapkan kandang. ‘’Ini yang dipindahkan manusia, ayo dilakukan dengan baik dan manusiawi,’’ ujarnya ketika melakukan kunjungan ke Kantor PT Pelindo III (Persero) Tanjung Wangi, beberapa waktu lalu.

Seharusnya perusahaan milik BUMN tidak sekedar menghitung kepentingannya sendiri untuk segera bisa menggunakan lahan seluas 48 hektar untuk pembangunan proyek Boom Marina Banyuwangi menelan biaya sebesar Rp 720 miliar. Namun mereka sepantasnya juga memperhatikan aspek kemanusiaan yang tidak cukup diukur dengan sebesar Rp 2 juta.

Selain aspek psikologis warga yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidupnya dari mencari cacing laut, kerang, sebagai pemulung, buruh angkut, PKL dan lain-lainnya, sehingga kecemasannya bukan tanpa alasan jika harus pindah jauh dari Pantai Boom, mereka akan kehilang pekerjaannya.

Belum lagi anak-anak mereka (warga, red.) yang tengah menempuh pendidikannya di PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA yang ada di kota. Tentu memindahkannya tidak semudah membalik tangan.

3-warga

Ditambah lagi lokasi lahan yang katanya sudah disiapkan PT Pelindo III (Persero) Tanjung Wangi, PT PPI Banyuwangi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), ternyata baru tahap rencana sebagaimana disampaikan GM PT Pelindo III Tanjung Wangi ketika menerima kunjungan anggota DPRD Banyuwangi, Senin (5/12/2016).

Karenanya permintaan anggota dewan agar perusahaan milik BUMN itu menghentikan sementara waktu kegiatannya sekaitan relokasi waga Pantai Boom, sebuah permintaan yang sangat logis, terlebih selama ini para wakil rakyat ini tidak pernah diajak duduk bareng dengan pemindahan warga tersebut.

Sudahkah para pemangku di perusahaan milik BUMN tersebut, mengetahui latar belakang warga yang mendiami Pantai Boom, khususnya di sisi timur Taman Makam Pahlawan (TMP) Angkatan Laut yang berada di sisi selatan dan barat pantai tersebut.

Tentu kita akan terperangah jika sedikit peduli terhadap kondisi warga yang berlatar belakang kelam itu, dan siapa yang berani menempati kawasan tersebut sebelumnya. Mereka hanya ingin diperhatikan tanpa menuntut hak milik lahan pengganti ketika warga harus meninggalkan tempat tinggalnya yang sangat tidak layak itu. Terlebih mereka juga sangat mendukung kehadiran proyek Boom Marina Banyuwangi, yang dijanjikan akan memberdayakan masyarakat sekitarnya.

Tetapi apa yang ada dibenak pemangku perusahaan milik BUMN tersebut, ketika mereka belum-belum sudah jijik melihat warga kurang mampu Pantai Boom, sehingga warga harus hengkang dengan dalih warga tidak memiliki kekuatan hukum untuk mendiami Pantai Boom.

2-rumah-warga

Pemerintah pusat saja, ketika akan memindahkan warga di sepanjang bantaran sungai terlebih dahulu menyiapkan rumah susun untuk menampung mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kalaupun lokasinya cukup jauh masih logis karena di sana lahannya sangat terbatas.

Bayangkan PT PPI yang tidak tahu persis bagaimana sejarahnya warga berdiam di Pantai Boom, tiba-tiba dengan serakahnya akan mengambil utuh 48 hektar luasan pantai yang dulu pernah menjadi urat nadi perekonomian Banyuwangi, sebelum dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Wangi.

Tentu sangat tidak bijak, terlebih di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan nawa citanya. Karena itu, warga hanya berharap adanya belas kasihan kepadanya untuk menempati sebagian kecil lahan milik PT Pelindo (Persero) III Tanjung Wangi, persisnya di sisi utara dan barat TMP AL Pantai Boom.

Eko Suryono 

 

 

 

LEAVE A REPLY