Lomba Fashion Show Dibubarkan Polisi, Panitia Sock dan Minta Maaf

0
35

SUARATIMUR.NET (JEMBER) – Acara Fashion Show dengan Tema The King and Queen of Java dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 72, yabg sedianya digelar di Hotel Aston Jember pada Jumat (25/8/2017) lalu batal digelar, hal ini menyusul pembubaran paksa yang di lakukan pihak kepolisian lantaran ada ormas yang akan melakukan sweeping.

“Pembubaran dilakukan saat kegiatan akan di buka, yang sangat saya sayangkan, alasan pembubaran dari pihak kepolisian katanya ada ormas yang akan membubarkan paksa kegiatan, dari pada ada pertumpahan darah, lebih baik bubar dam segera kosongkan ruangan dalam tiga menit,” ujar Naning Minggu (27/8/2017l menirukan teriakan petugas kala itu.

Naning juga menyesalkan tindakan pembubaran tersebut tanpa diberi kesempatan menjelaskan tujuan kegiatan, “Saat itu saya sempat bertanya kepada petugas kepolisian alasan pembubaran tapi tidak dihiraukan, justru kami langsung disodori surat pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan serupa, dengan dibawah tekanan, terpaksa kami tanda tangani,” tambah Naning.

Atas kejadian tersebut, Naning merasa Sock dan kasian dengan peserta fashion dari anak-anak, menurut Naning, banyak peserta anak-anak yang menangis ketakutan, “Pembubaran paksa ini diluar dugaan kami, oleh karenanya kami minta maaf kepada seluruh peserta baik yang dari Jember maupun luar Jember,” ujar Naning.

Infromasi yang diterima media ini, acara Fashion Show tersebut dibubarkan polisi karena ada surat dari salah satu ormas yang menyatakan jika kegiatan tersebut merupakan ajang pesta LGBT (gay).

Sementara Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo saat dikonfirmasi terkait pembubaran kegiatan tersebut mengatakan bahwa anggotanya melakukan pembubaran karena ada informasi dan surat yang diterima jajarannya kalau acara tersebut tidak jauh dari pesta kaum LGBT.

Berangkat dari beberapa alasan tersebut, pihaknya pun langsung merespon cepat dengan segera meminta panitia membubarkan kegiatannya tersebut. “Soal sikap anggota kami yang di lapangan dinilai kasar, hanya kesalahpahaman saja,” tuturnya, saat diwawancarai Minggu (27/8/2017) malam.

Supaya persoalan itu segera klir, kapolres pun langsung menelepon pihak panitia di hadapan sejumlah wartawan. Kapolres mengundang pihak panitia untuk berdialog.

“Saya juga prihatin, jika kejadian kemarin sampai menimbulkan trauma dan menghancurkan karir seseorang. Segera mungkin akan saya ajak dialog, supaya kesalahpahaman tidak terjadi dan semua saling memahami,” pungkas Kusworo (*)

LEAVE A REPLY