PN Batal Laksanakan Ekskusi

0
52
suasana proses pelaksanaan eksekusi di kantor kelurahan Karangrejo Banyuwangi

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI); Panitera Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi membatalkan pelaksanaan eksekusi di kelurahan Karangrejo kecamatan Banyuwangi karena situasi yang tidak kondusif Selasa (13/12).

H. Zuhairi, panitera PN Banyuwangi, menuturkan ada beberapa syarat pelaksanaan eksekusi bisa dilaksanakan,  antara lain tergugat suka rela mematuhi keputusan PN dan situasi di lapangan kondusif.

Proses pelaksanaan eksekusi atas lahan milik H Shohih tersebut diawali dengan pertemuan di kantor kelurahan Karangrejo dan di lokasi tersebut ratusan massa keluarga, saudara dan simpatisan H Shohih melakukan orasi dan siap menghadang pelaksanaan eksekusi oleh petugas.

Dari kantor kelurahan, panitera dengan kawalan aparat kepolisian Banyuwangi mencoba masuk ke lokasi dan massa kembali menghadang serta menolak memberikan kesempatan kepada panitera untuk masuk lokasi.

“Karena situasi tidak kondusif, aparat keamanan keberatan menjamin keamanan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka eksekusi kami batalkan,” tegas Zuhairi.

Dalam kesempatan itu dia meminta untuk secepatnya menyusun Berita Acara Pelaksanaan (BAP) pelaksanaan eksekusi atas lahan yang dikuasai oleh H Shohih yang tidak dapat dilaksanakan karena hadangan massa dan situasi yang tidak kondusif.

Penjelasan panitera tersebut disambut dengan pekikan takbir massa yang ada disekitar dan dilanjutkan dengan sujud syukur setelah panitera dan aparat kepolisian meninggalkan lokasi di depan pintu masuk perumahan mutiara hijau Banyuwangi.

img_20171213_094124Hari Sumiarto, SH, salah seorang Penasehat hukum H Shohih menyatakan
dalam perkara ini telah ditemukan fakta hukum, atas isi putusan yang akan dilaksanakan hari ini, yaitu ternyata dalam putusan tersebut Pihak yang dihukum oleh Pengadilan adalah Para Tergugat, dengan perintah untuk segera mengosongkan obyek sengketa I dan obyek sengketa II dari.segala hak miliknya, dan segera menyerahkan kepada Para Penggugat dengan tanpa beban apapun, sedangkan Para Tergugat tidak menguasai kedua obyek sengketa tersebut, sehingga tidak ada yang harus diserahkan kepada Para Penggugat.

Sedangkan fakta dilapangan, lanjut dia  obyek sengketa I dan obyek sengketa II dikuasai oleh Turut Tergugat XXX (H. Shohih), sedangkan Turut Tergugat  XXX tidak tersentuh sama sekali oleh bunyi putusan tersebut, tidak ada isi putusan yang menghukum terhadap Turut Tergugat XXX, untuk mengosongkan obyek sengketa dan kemudian menyerahkan kepada Para Penggugat, tidak ada bunyi putusan terhadap Turut Tergugat XXX untuk tunduk dan patuh terhadap putusan tersebut serta tidak ada juga bunyi putusan yang menyatakan bahwa Turut Tergugat XXX telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Dari fakta tersebut diatas, imbuhnya,  yang dapat dilakukan oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi dalam melaksanakan Eksekusi Riil yang akan dijalankan,  hanyalah bersikap tegas berani menegakkan hukum yang adil dan beradab, memberikan pengayoman kepada pencari keadilan, berani mengambil sikap, dengan cara membuat berita acara bahwa Putusan Perkara Perdata Nomor : 98/Pdt.G/2012/PN.BWI jo. Nomor : 08/PDT/2014/PT.SBY jo. 349 K/PDT/2015, adalah Non Eksecutable alais Eksekusi terhadap perkara ini tidak bisa dilaksanakan.

Selanjutnya Hari menambahkan dalam waktu secepatnya akan melakukan langkah lanjutan Peninjauan Kembali (PK) dan perlawanan.”Kami juga akan menyusun gugatan baru untuk membatalkan keputusan yang sudah ada. Gugatan baru ditujukan kepada Wito dan Nanik yang dimenangkan dalam perkara ini,”jelasnya.

LEAVE A REPLY