warga-boomp-gili-wangi

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Warga RT01/RW01 Lingkungan Krajan Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota, Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya berkirim surat ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Azazi Manusia (HAM), Jum’at (2/12/2016). Mereka berharap Komnas HAM segera turun guna mendampingi mereka dalam menghadapi arogansi PT Pelindo Property Indonesia (PPI) dan PT PELINDO III Tanjung Wangi Banyuwangi, yang segera menggusur warga dari kawasan Pantai Boom yang sudah didiami selama belasan hingga puluhan tahun.

Ketua RT01/RW01 Lingkungan Krajan Kelurahan Kampung Mandar, Saknan kepada SUARATIMUR (2/12/2016), menjelaskan bila warga mulai mencemaskan beredarnya informasi jika PT PELINDO dan PT PPI segera mengeluarkan surat peringatan bagi warga untuk segera mengosongkan Pantai Boom yang merupakan lahan milik PT PELINDO III Tanjung Wangi.

Saknan membantah keras bila dalam rapat sosialisasi Senin (21/11/2016), warga telah menyetujui untuk direlokasi ke lahan milik PT KAI. Selain belum jelas lokasinya dimana, juga lokasinya sangat jauh dan uang kerohiman yang mereka terima hanya Rp 2 juta.

‘’Mana cukup duit sebesar itu untuk membangun rumah. Tidak ada maksud warganya untuk bertahan di Pantai Boom. Namun dengan berakhirnya kegiatan sosialisasi serta jadwal akhir warga harus meratakan rumahnya hingga akhir bulan Desember 2016, itu tidak manusiawi,’’ papar Saknan.

Apalagi lanjut Saknan, lokasi milik PT KAI cukup jauh sekitar 15 KM dan di lokasi yang baru belum ada sarana air bersih, MCK, tidak aliran listrik serta lahan masih berupa tanah tegal (tidak rata). Bahkan bagaimana anak-anak warga Boom yang masih usia sekolah, sehingga jika dipaksakan untuk dipindah akan menyulitkan para orangtua.

Karena itu, tambah Saknan, warga berharap adanya pendampingan dari Komnas HAM agar tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak PT PPI dan PT PELINDO III Tanjung Wangi. Selain ke Komnas HAM, pihaknya mewakili warga RI01/RW01 JUGA telah berkirim surat ke DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk meminta perlindungan agar para wakil rakyat itu dapat memberikan solusi terbaik. Selain bisa memperjuangkan kelonggaran waktu pindah, DPRD diharapkan juga dapat mencari tempat relokasi yang tidak jauh dari Pantai Boom, karena mereka sudah puluhan tahun tinggal di kawasan pantai itu.

Sementarai itu Nurilma Septanti, Supervisor Marketing PT PPI ketika dikonfirmasi SUARATIMUR di ruang kerjanya, Selasa (29/11/2016), membantah bila PT PPI akan menggusur warga Pantai Boom untuk memuluskan rencana anak perusahaan PT PELINDO III untuk mewujudkan kawasan Boom Marina Banyuwsngi yang akan menelan biaya Rp 720 miliar.

Sebenarnya, kata Tanti demikian panggilan akrabnya, PT PPI sudah memberikan waktu selama satu tahun. Bahkan, pihaknya telah mengadakan kegiatan sosialisasi sebanyak empat kali yang melibatkan unsur warga, aparat daerah, PT PELINDO III dan PT KAI.

tantiroadmap-boommareta

‘’kegiatan sosialisasi sudah berakhir Senin (21/11/2016) lalu, dan selanjutnya kami menyerahkan kepada pihak PT PELINDO III Tanjung Wangi selaku pemilik lahan. Kami hanya sebagai pengelola Pantai Boom, tentunya kami baru bisa mewujudkan proyek ini setelah lahannya kosong,’’ jelasnya.

Dengan tertundanya relokasi warga, lanjut Tanti, jadwal pembangunan infrastruktur Boom Marina terpaksa harus mundur. Dari 10 proyek yang seharusnya selesai pada tahun 2016 ini, pihaknya baru merampungkan proyek Paintball Area dan Penetasan Penyu, sedang delapan proyek lainnya harus mundur, yakni Ecco Park Tahap I, Renov Kantor PPI Sementara, Pengerukan Kolam Luxury  Marina, Foodcourt, Jalan Utama (kendaraan, sepeda dan pedestrian), Kantor Pemerintahan Terpadu, Floating Ponton dan Retaining Wall Luxury Marina, serta Jembatan ke Pulau Gili Wangi (Pulau Tikus).

Menurut Tanti, untuk mewujudkan Boom Marina Banyuwangi PT PPI menginvestasikan dana sebesar Rp 720 miliar. Pada tahap pertama seharusnya ada 10 proyek yang harus diselesaikan, kemudian pada tahun 2017 ada 12 proyek, tahun 2018 ada empat proyek, tahun 2019 ada lima proyek, dan pada tahun 2020 ada dua proyek. Namun dengan adanya penundaan beberapa proyek yang seharusnya selesai tahun ini, maka kemungkinan juga akan berpengaruh terhadap jadwal yang sudah tersusun itu.

Tanti juga membantah bila pihaknya akan menggusur warga Pantai Boom. Menurutnya, pihaknya hanya akan merelokasi warga ke lokasi milik PT KAI di daerah Ketapang. ‘’Warga tidak dipindahkan begitu saja, tapi juga diberi uang kerohiman sebesar Rp 2 juta serta bantuan transportasi,’’ kata Tanti.

Namun ketika ditanya SUARATIMUR, lokasi tepatnya lahan yang bakal ditempati warga eks lahan Boom, Tanti pun, tidak bisa menjelaskannya. Begitu pula ketika ditanyakan Mareta, Humas PT PELINDO III Tanjung Wangi, juga tidak mampu menjawabnya.

‘’Segera saya tanyakan ke pihak terkait masalah lokasi ini,’’ singkatnya kepada SUARATIMUR,  Selasa (29/11/2016). Mareta juga membenarkan adanya rencana PT PELINDO III Tanjung Wangi bersama PT PPI mengirim Surat Peringatan Pertama kepada warga untuk secepatnya mengosongkan lokasi yang ditempati selama ini, namun hingga kini Mareta mengaku belum menerima surat tembusannya. (nur/ono/*)

  

LEAVE A REPLY