SUARATIMUR (BANYUWANGI): Ratusan warga Pantai Boom Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Jawa Timur, menolak untuk mengosongkan lahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun  menyusul diterimanya surat peringatan pertama dari PT Pelindo Property Indonesia (PPI), Sabtu (3/12/2016). Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Prasetyo, Direktur PT PPI itu juga dicantumkan batas akhir pengosongan lahan milik PT PELINDO III Tanjung Wangi hingga Selasa (6/12/2016).

saknan-dan-warganya
Saknan dan warganya

Ketua RT01/RW01 Lingkungan Krajan Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi, Saknan ketika dihubungi SUARATIMUR.NET, Senin (5/12/2016), mengungkapkan warganya tidak bersedia mengosongkan lahan milik PT PELINDO III Tanjung Wangi, bila mereka diperlakukan tidak manusiawi, dengan hanya menerima uang kerohiman Rp 2 juta serta dipindahkan ke lahan milik PT KAI DAOPS IX Jember yang ada di Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro.

‘’Selain uang kerohiman tidak mencukupi untuk mendirikan rumah di lahan yang baru, lokasinya juga cukup jauh dari tempatnya warga mencari nafkah. Warga menginginkan lokasi tempatnya direlokasi tidak jauh dari Pantai Boom,’’ tegas Saknan.

Apalagi lanjut Saknan, warganya juga hanya diberikan batas waktu hanya empat hari untuk pindah ke lokasi milik PT KAI yang hingga kini belum banyak diketahui warga.

rumah-warga
Rumah-rumah warga

‘’Sebenarnya masih tersedia banyak lahan di kawasan Pantai Boom, tepatnya di bagian selatan untuk merelokasi warga. Bahkan jika PT PPI juga berkemauan untuk memperlakukan kami secara manusiawi, tersedia pula lokasi di sebelah barat Pantai Boom untuk kami,’’ jelasnya.

Sebagai upaya warga untuk mendapatkan perlakuan manusiawi, menurut Saknan, pihaknya telah berkirim surat ke DPRD Kabupaten Banyuwangi serta Komnas HAM. ‘’Kami berharap mereka mau mendengar jeritan warga yang sudah diperlakukan semena-mena ini,’’ cetusnya. (ian/*)

LEAVE A REPLY