dprd-dialog-dgn-warga-2-a

SUARATIMUR (BANYUWANGI) : Warga Pantai Boom yang terancam tergusur Proyek Boom Marina, berharap rencana hearing yang telah dijadwalkan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Senin (19/12/2016) mendatang, tidak ditunda lagi mengingat pentingnya acara tersebut bagi ratusan jiwa yang telah menempati Pantai Boom selama belasan tahun tahun silam.

Pasalnya, kata Saknan, Ketua RT01/RW01 Lingkungan Krajan Kelurahan Kampung Mandar, acara hearing sebagaimana surat DPRD Banyuwangi tertanggal 13 Desember 2016, merupakan rencana hearing yang ketiga kalinya setelah sempat tertunda dua kali, yakni Selasa (13/12/2016) dan Jum’at (16/12/2016).

Menurut Saknan, besar harapan warga Pantai Boom dengan adanya acara hearing yang mempertemukan berbagai pihak secara transparan. Pasalnya, selama ini pertemuan yang digelar untuk kegiatan sosialisasi tidak terbuka. Bahkan belakangan diketahui lahan untuk merelokasi warganya belum jelas dimana tempatnya.

Warga Pantai Boom, lanjut Saknan, tidak bermaksud bersikeras bertahan di Kawasan Pantai Boom. Namun harapan warga lokasi yang diperuntukkan kepada mereka tidak jauh dari tempatnya bekerja sehari-hari.

Diakui Saknan secara hukum warga memang tidak memiliki kekuatan hukum untuk bertahan di tempat tinggal saat ini. Kendati demikian warga berharap PT Pelindo III (Persero) dan PT PPI tidak swenang-wenang memindahkan mereka begitu saja dengan uang kerohiman hanya Rp 2 juta per KK. Sedang lokasinya hingga keluarnya Surat Peringatan I PT Pelindo III, beberapa waktu dengan perintah pengosongan lahan paling terakhir Selasa (6/12/2016), ternyata belum final.

Untuk itu, pihak berharap sangat acara hearing akan datang benar-benar bisa memberikan jalan keluar terbaik bagi warga. Guna mematangkan acara hearing di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (19/12/2016), beberapa tokoh dan perwakilan warga, Jum’at (16/12/2016) malam, berkumpul bersama untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam acara hearing tersebut.

Eko Suryono

LEAVE A REPLY