Honor Naik, Bentuk Apresiasi Bupati Jember Atas Kinerja Kader Posyandu

0
176
Bupati Jember dr. Hj. Faida saat memberikan sambutan di hadapan ratusan kader Posyandu

SUARATIMUR (JEMBER) – Ratusan Kader Posyandu di Jember dinaikkan honornya dari 50 ribu perbulan menjadi 100 ribu per bulan, hal ini tidak lepas dari Suksesnya pelaksanaan Imunisasi Rubella di Jember yang mencapai 100% dan melebihi target nasional yang hanya 95%, dinaikkannya honor kader Posyandu ini sebagai bentuk apresiasi Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR terhadap kinerja kades posyandu.

“Sampai hari ini Kabupaten Jember sudah memenuhi target nasional 95 persen, tentunya capaian kesuksesan ini berkat peran aktif dari kader Posyandu yang ada di Jember, atas keberhasilan ini, perlu dan wajib untuk diapresiasi, jika sebelumnya honor kader Posyandu hanya 50 ribu, akan dinaikkan menjadi 100 ribu perbulan,” ujar Bupati dr. Hj. Faida di hadapan ratusan Kader Posyandu dalam sambutannya saat menghadiri Orientasi Kader Posyandu di Ponpes MHI Bangsalsari Rabu (6/9/2017).

Dijelaskannya, Kabupaten Jember menempati urutan keempat di regional Jawa Timur. Mojokerto, Madiun, dan Kediri menempati urutan satu, dua, dan tiga. Namun Kabupaten Jember mencapai jumlah terbesar, hingga 10 kali lipat dari urutan diatasnya.

Untuk mengapresiasi kinerja Kader Posyandu itu, Bupati menyampaikan peningkatan honor Kader Posyandu dua kali lipat.

Honor Kader Posyandu sebelumnya Rp. 50 ribu tiap bulan menjadi Rp. 100 ribu. Pembayaran juga akan melalui rekening Bank BRI. Kenaikan honor ini sudah tercantum dalam anggaran pemerintah.

Bupati juga menyampaikan bahwa sekolah yang menjadi target imunisasi MR akan mendapatkan sertifikat jika menuntaskan imunisasi muridnya. Sertifikat tersebut kemudian menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Penuntasan imunisasi MR diharapkan terjadi sebelum 30 September, sebagaimana batasan yang diberikan pemerintah pusat. Karena itu diperlukan peran aktif Kader Posyandu, salah satunya menjemput anak yang menjadi sasaran imunisasi.

Kader Posyandu juga diharapkan mampu mengurusi ibu hamil. Terlebih persalinan dijamin gratis. Kader yang menolong ibu hamil dan orang sakit juga mendapatkan uang ganti transport.

Disampaikan pula dalam waktu dekat akan direalisasikan program satu desa satu ambulans. Tahap pertama 50 mobil dan hingga akhir tahun ditambah 100 unit, menjadi 150 untuk tahun ini.

Terkait surat pernyataan miskin (SPM) bagi warga miskin yang sakit, Bupati menegaskan surat tersebut bisa menyusul. Pasien miskin itu harus ditangani dulu oleh rumah sakit pemerintah. (*)

LEAVE A REPLY