Imunisasi Rubella, Jember Peringkat 3 Jatim, Target 100 % Hampir Tercapai

0
51
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR

SUARATIMUR (JEMBER) Program Nasional imunisasi Measles (Campak) dan Rubella (MR) yang dicanangkan pemerintah pusat, terus berjalan, sejak digulirkan pada Juli lalu, hingga akhir Agustus, Jember hampir mencapai Target yang ditetapkan Bupati dr. Hj. Faida MMR, yakni 100 %, hal ini diketahui setelah melakukan evaluas, dari 11 Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) tercatat sudah melebihi target 100 %.

Kesebelas Puskesmas itu antara lain, Puskesmas Jember Kidul, Rambipuji, Banjarsengon, Kencong, Sukowono, Ambulu, Tanggul, Panti, Wuluhan, Puger dan Gladak Pakem.

Secara nasional skala proyeksi Kabupaten Jember menempati posisi rangking ke-3 se Jawa Timur, namun secara riil Jember menempati urutan pertama melampaui target nasional yang ditetapkan 95 %.

“Upaya kami dalam mensukseskan Imunisasi Campak dan Rubella yang menjadi program Nasional dengan target 100% mulai mendekati kenyataan, semu inji tidak lepas dari gerakan seluruh elemen, mulai dari Guru, Petugas Posyandu, Puskesmas, Kades wali murid dan seluruh lapisan masyarakat Jember,” ujar Faida.

Tekad Bupati Faida, bukan tanpa dasar. Karena kesehatan adalah hak anak. Tatkala seluruh anak di usia 9 bulan hingga 15 tahun telah diimunisasi MR maka secara ikhtiar telah menjamin keselamatan generasi di Jember dari kecacatan.

“Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. Kita ingin mewujudkan anak Jember yang sehat dan berkualitas di masa mendatang,” ujar Bupati Faida, di suatu kesempatan.

Menurut Bupati yang juga sering disapa Bu Dokter ini, bahwa campak adalah suatu penyakit paling menular pada manusia dan menelan satu korban jiwa setiap empat menit, mayoritas anak – anak.

Hal itu sama bahayanya dengan rubella yang menjadi ancaman serius dan jika tertular di masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat bawaan saat lahir pada otak, jantung, mata dan telinga.

Namun hal itu dapat dicegah dengan melakukan imunisasi MR. “Masyarakat cukup mendaftarkan saja karena kita berikan imunisasi ini gratis. Karena biaya vaksin telah ditanggung pemerintah.

Data yang ada, secara nasional di 6 Provinsi saja ditargetkan 119 Kabupaten/Kota dan 3.579 puskesmas dengan total imunisasi yang diberikan kepada 34.964.384 anak. Vaksin imunisasi MR ini oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah dianggap tidak masalah, dan tidak haram sesuai penjelasan MUI Nomor 4 tahun 2016.

Bupati Faida, sebelumnya telah melakukan kampanye dan introduksi imunisasi MR di Balai Gedung Serba Guna (GBS) Kaliwates, Jember, Selasa (1/8/2017) dengan dihadiri 5000 orang, antara lain Kepala Sekolah (Kasek) RA, TK, MI, SD, MTs, SMP, baik negeri dan swasta Kabupaten Jember.

Dia menegaskan kembali bahwa imunisasi telah menjadi perkara wajib bagi setiap anak Indonesia mengingat ribuan anak Indonesia telah meninggal sia – sia karena terinfeksi campak dan rubella. Sehingga manakala perkara ini ditinggalkan justru akan berdosa.

“Sehingga para orang tua, pemerintah, kasek, guru seperti kita ini jika tidak membawa anak anak kita untuk imunisasi itu dan berakibat ketersakitan, maka kita akan sama dengan membiarkan anak anak kita meninggal. Dan itu menjadi dosa besar,” tegas Faida.

Target imunisasi di Kabupaten Jember yang harus dituntaskan adalah anak di usia 9 bulan hingga 15 tahun yang berjumlah 541.024 anak. Periode pemberian imunisasi MR adalah bulan Agustus hingga September. Biaya per vaksin Rp 1,5 juta yang ada dikaver oleh Pemerintah Kabupaten.

Di bulan Septemper,  setelah Kasek, juga akan dikumpulkan 15.000 kader posyandu di seluruh Jember untuk menjadi pioneer dalam menuntaskan 541.024 anak pada usia 9 bulan hingga 15 tahun ini benar benar telah terimunisasi.

Hadir pada acara ini Wakil Bupati Jember KH Muqit Arif, Wakapolres Jember Mayor Edi Kentriko, Kasdim 0824 Jember, dr Nurul Qomariah – Kepala Dinas Kesehatan, Camat, Kepala Puskesmas, guru, dan sejumlah aparat terkait.

Sekadar diketahui, jika dilihat dari jumlah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun calon peserta imunisasi MR, Provinsi Jatim menempati urutan terbanyak ke-2 se Indonesia,  sedangkan Kabupaten Jember menempatai nomor 2 terbanyak setelah Kabupaten Sidoarjo.

Di Kabupaten Jember target sasaran imunisasi MR berjumlah 541.024 anak, dan terdapat di 4.656 Sekolah (PAUD, TK, SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat dan Pondok Pesantren. Menurut rencana bulan September ini akan dilakukan di 2.874 Posyandu se Kabupaten Jember. (*)

LEAVE A REPLY