Temui Kader Posyandu Lagi, Janji Bupati 1 Desa 1 Ambulan Segera Terealisasi

0
92
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menyerahkan buku rekening secara simbolis kepada kader Posyandu

SUARATIMUR (JEMBER) – Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Kamis (7/9/2017) kembali menemui kader Posyandu yang ada di wilayah kecamatan Patrang, Sumbersari, Kaliwates, Sukorambi, Panti dan Rambipuji di lapangan Scaba Rindam V Brawijaya Jember. pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan pentingnya Ambulan untuk desa, oleh karena itu, Pemkan Jember dalam waktu dekat segera merealisasikan program 1 desa 1 ambulan. Dimana pada tahap sebelumnya Pemkab telah mengadakan 50 Ambulan, dan setelah PAK akan ada tambahan lagi 100 unit, sehingga tahun 2017 ada sekitar 150 ambulan.

“Ambulan sangat dibutuhkan oleh warga, oleh karena itu, Pemkab akan segera merealisasikannya dalam waktu dekat, sebelumnya sudah ada 50 ambulan, dan setelah PAPBD nanti, akan ditambah lagi 100 unit, sehingga total pada tahun 2017 ada 150 unit,” ujarnya.

Sedangkan mengenai prestasi Imunisasi Rubella, sampai hari ini Kabupaten Jember sudah memenuhi target nasional 97 persen dari 541.000,” terang Bupati di hadapan ribuan Kader Posyandu.

Capaian keberhasilan itu berkat peran aktif semua pihak, utamanya Kader Posyandu, sehingga Kabupaten Jember menempati urutan keempat di regional Jawa Timur, setelah Mojokerto, Madiun, dan Kediri yang menempati urutan satu, dua, dan tiga.

Namun, meskipun Jember nomor urut 4, jumlah generasi bangsa yang sudah di imunisasi 10 kali lipat lebih besar dari urutan diatasnya.

Sementara mengenai pembayaran honor, Bupati akan menyalurkannya melalui rekening Bank BRI, kepada 14.380 kader se kabupaten Jember, “Kenaikan honor ini sudah tercantum dalam anggaran pemerintah sebagai honor pegawai bukan PNS,” terangnya.

Sementara untuk sekolah yang berhasil memenuhi target imunisasi MR terhadap muridnya, akan mendapatkan sertifikat, dimana sertifikat tersebut akan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Imunisasi Rubela ini sendiri akan berakhir sebelum 30 September, sebagaimana batasan yang diberikan pemerintah pusat. Karena itu diperlukan peran aktif Kader Posyandu, salah satunya menjemput anak yang menjadi sasaran imunisasi.

Disamping itu, Bupati juga berpesan agar Kader Posyandu juga mampu mengurusi ibu hamil, terlebih dalam membantu persalinan gratis, “Untuk kader yang menolong ibu hamil dan orang sakit akan mendapatkan uang ganti transport,” ujar Bupati

Terkait pelayanan surat pernyataan miskin (SPM) bagi warga miskin yang sakit, Bupati menegaskan surat tersebut bisa menyusul, pasien miskin itu harus ditangani dulu oleh rumah sakit pemerintah. (*)

LEAVE A REPLY