Band Kapok Lapas Banyuwangi Launching Albun’SUSI’

0
98

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI) – Suasana halaman tengah Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Kamis (21/12) pagi kemarin, cukup ramai. Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terlihat bersuka cita bernyanyi dan berjoget bareng dengan iringan musik rancak kendang kempul Banyuwangen.

Satu per satu penyanyi Band Kapok Jeruji Banyuwangi tampil diatas panggung yang ada. Sedang WBP yang ada di bawah panggung dengan asyiknya berjoget, tumpah ruah mengikuti irama musik yang tengah dilantunkan penyanyi yang mayoritas WBP wanita.

Tidak ketinggalan Kepala Lapas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH, juga tampak sedang membawakan lagu SUSI yang mengisahkan sosok wanita Osing yang cantik nan menawan sehingga menarik perhatian lare-lare (anak-anak laki,red.) yang terus mencoba mengodanya.

Begitulah penggalan makna dari lagu SUSI yang merupakan satu dari 12 lagu dalam albun terbaru Band Kapok Jeruji Lapas IIB Banyuwangi, yang pagi kemarin sedang dilaunching.

11 lagu lainnya yang dalam albun pertama kalinya setelah Akbar, demikian panggilan akrab Kalapas Banyuwangi baru menjabat duabulan. Antara lain, Nahan Tangis, Damar 1.000, Duet Paran Jare, Alume Kembang, Nyidem, Seru Kangene, Ngenteni Omonge, Tondo Paran, Apuo Riko Ninggalin, Virus dan lagu Suruping Kekayon

Sebelum dilaunching, Band Kapok Jeruji Lapas Banyuwangi sempat mendapat kepercayaan untuk tampil dalam acara puncak peringatan HIV/AIDs Internasional di Taman Blambangan Banyuwangi, Minggu (10/12/2017).

Menurut pria asli Banyuwangi itu, Band Kapok merupakan grup musik yang terlahir dari WBP Lapas Banyuwangi beberapa tahun lalu. Namun grup musik yang sebelumnya bernama Kapok Band itu mengalami kevakuman cukup lama.

Adapun salah satu tujuan pendirian grup musik itu, adalah sebagai wadah dan media pembinaan warga dalam menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga binaan di dalam lapas.

suasa-launching-albun-perdana-band-kapok-lapas-banyuwangi“Setelah saya datang dan melihat potensi grup musik untuk dihidupkan kembali, saya kemudian mengumpulkan semua WBP yang memiliki kemampuan bermain alat musik kendang kempul maupun yang bisa bernyanyi. Alhamdulillah, diluar dugaan kami hanya dalam waktu satu bulan kami malah sudah mampu melaunching satu albun perdana,’’ papar Akbar.

Hanya saja nama grup musik ini, kata Akbar, sengaja dirubah dari Kapok Band menjadi Band Kapok yang berarti ada penegasan dari WBP yang menghuni Lapas Banyuwangi ‘Biar Benar-benar Jerah’.

Selain menampilkan penyanyi Band Kapok Jeruji Lapas Banyuwangi, acara launching albun SUSI kemarin juga diramaikan beberapa penyanyi dari Jember. Setelah puas dalam kegembiraan bersama, acara tersebut diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan Kalapas Banyuwangi berupa Lampu Hias yang terbut dari kertas rokok kepada perwakilan sponsor yang ikut serta mensukseskan acara launghing albun Band Kapok. (*)

LEAVE A REPLY