Perayaan Maulid Nabi di Lapas IIB Banyuwangi Berlangsung Khidmat

0
37
Kalapas KELAS IIB Banyuwangi ditengah-tengah anak yatim piatu

SUARATIMUR (BANYUWANGI) – Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Banyuwangi, Sabtu (16/12/2017), berlangsung cukup khidmat. Bahkan sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sempat meneteskan air mata ketika mengikuti pembacaan doa.

Sekitar 800 orang lebih penghuni Lapas Kelas IIB Banyuwangi, yang sebagian besar didominasi tahanan dan napi narkoba tumpah ruah di halaman tengah dikelilingi sel tahanan yang ada. Mereka dengan serius mengikuti acara demi acara yang telah disiapkan panitia Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Acara perayaan maulid nabi yang dimulai sekitar pukul 10:00 WIB itu, diawali hiburan musik hadrah yang keseluruhan personilnya adalah WBP. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia dan Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH. Dan dilanjutkan dengan acara pemberian santunan kepada anak yatim piatu.

Sebagai puncak acara, WBP kemudian mendengarkan pengajian yang disampaikan ustad Abdul Gani dari Ponpes Habibulloh Giri Banyuwangi.

Dalam tausyahnya ustad Abdul Gani, SpdI, MpdI, mengajak seluruh WBP untuk mencontoh apa yang telah ditauldankan Nabi Muhammad SAW. Karena itu sudah sepantasnya seluruh warga muslim mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan menurutnya, umat Islam wajib mengenang hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, karena berkat kelahirannya warga muslim mendapat kemudahan untuk menuju syurga. Berbeda dengan umat-umat nabi sebelumnya yang jauh lebih berat.

Selain itu warga binaan diajak untuk terus bersemangat mengikuti program yang dilaksanakan petugas Lapas Kelas II B Banyuwangi, baik kegiatan rohani maupun kegiatan positif lainnya agar menjadi modal kelak setelah kembali di tengah masyarakat .

Ustad muda ini juga sering melontar kalimat-kalimat segar sehingga membuat warga binaan maupun undangan yang hadir tertawa. Begitu pula seluruh binaan diajak bersama melantunkan puji-pujian dengan musik warga binaan. Acara tausyah diakhiri dengan pembacaan doa yang tidak sedikit warga binaan meneteskan air mata karena terharu.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH, menjelaskan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H merupakan bagian dari pemantapan rohani warga binaan. Karena itu, mereka dilibatkan mulai dari petugas pembaca ayat suci Al Quran hingga memainkan musik hadrah mengiringi lantunan lagu puji-pujian.

Perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1439 H, menurut Akbar, sangat berarti bagi karyawan maupun WBP dalam memantapkan keimanan mereka, terutama dapat mengambil dari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Padbingkisan dan santunan terhadap anak yatim piatu. (*)

LEAVE A REPLY