Pasar Jajanan Khas Osing

0
24

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI);

Dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan melestarikan jajanan khas Osing,  pemerintah kecamatan Glagah melakukan lounching Pasar Jajanan a Khas Osing di desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Astorik, Camat Glagah bersama Danramil Menunjukkan Uang logam yang alat pembayaran di Pasar Jajanan Khas Osing Desa Kemiren Glagah Banyuwangi
Astorik, Camat Glagah bersama Danramil Menunjukkan Uang logam yang alat pembayaran di Pasar Jajanan Khas Osing Desa Kemiren Glagah Banyuwangi

Menurut Astorik, Camat Glagah, program yang dilaksanakan merupakan salah upaya menggali kreativitas dan inovasi masyarakat desa untuk mendapatkan manfaat atas keberhasilan Banyuwangi dalam menumbuh kembangkan sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.

“Ke depan kami berupaya membantu wisatawan yang datang ke Banyuwangi yang ingin mendapatkan jajanan khas Osing yang gampang murah dan sehat,”ujar Camat.

Selanjutnya dia menambahkan dengan memanfaatkan lorong cilik desa (jalan kecil ) di dekat kantor desa Kemiren Glagah masyarakat menjajakan aneka jajanan tradisional mulai dari klepon, kucur, sumping, gulali, ketan, kopi dan lain-lain dengan harga jual yang terjangkau oleh masyarakat.

Camat berkacamata itu menambahkan hal unik lain yang akan menjadi kenangan dan sensasi tersendiri bagi pengunjung, apabila mereka ingin membeli jajanan harus menukar dulu dengan koin yang disiapkan oleh warga setempat.

Astorik berharap pasar jajanan khas Osing mampu menjadi nilai tambah bagi warga Kemiren dengan kata lain sukses pengembangan wisata sejalan dengan sukses peningkatan ekonomi kerakyatan bagi warga desanya.

Untuk lebih mengoptimalkan pasar jajanan khas Osing, menurut dia bersama warga desa dan panitia akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan.

Apabila dinilai mampu menjadi salah satu destinasi wisata tersendiri, panitia akan membuka pasar jajanan khas Osing mulai jam 08.00 hingga jam 20.00 WIB, imbuh Camat berkumis tersebut.

Sementara Nana, salah seorang pengunjung menuturkan inovasi dan kreatifitas warga desa Kemiren membuka pasar jajanan tradisional dinilai bagus dan patut didukung oleh semua pihak.

Dia yang datang bersama dengan dua temannya harus kecewa karena keinginan untuk membeli jajanan terpaksa harus ditunda karena jajanan sudah habis.”Tadi sempat antri mau beli klepon sama penjual katanya harus tukar koin dulu. Lain kesempatan kami datang ke tempat ini penasaran ingin mencicipi jajanan khas Osing,”ujar Mahasiswi Universitas Jember itu.(nur-ek)

 

LEAVE A REPLY