Pemain Persewangi Tempuh Jalur Hukum

0
17
Ricky dan Marzuki Madong Saat menjemur Jagung di Karanglo Desa Sukonatar Kecamatan Srono Banyuwangi

suaratimur.net (BANYUWANGI);

Merasa capek dalam memperjuangan gaji sebgai pemain Persewangi Banyuwangi dalam liga 3 tahun 2017, M.Ricky Pratama dan Marzuki Madong  bersama beberapa pemain memilih jalur hukum untuk menuntaskan masalahnya. Para pemain tersebut menunjuk pengacara Denny Sun’anudin. Penyerahan photo copy KTP dan berkas lain dilakukan di bawah tribun Stadion Diponegoro Banyuwangi Rabu (17/01).

Dalam pertemuan antara Pengacara dengan para pemain tersebut juga dihadiri Firmansyah, Perwakilan Askab PSSI Banyuwangi yang selama ini merasa tidak pernah mendapatkan laporan dari managemen Persewangi Banyuwangi Liga 3 baik saat persiapan, pelaksanaan maupun seusai gelaran kompetisi sepakbola Indonesia yang sempat vakum beberapa tahun akibat sanksi FIFA.

Menurut Ricky, dia bersama teman-temannya selama ini sudah beberapa kali mencoba menghubungi manager maupun direktur PT Persewangi Banyuwangi Laskar Blambangan namun tidak pernah pernah ditemui. “Mereka  hanya janji-janji akan secepatnya dibayar namun tidak bisa memastikan kapan waktu pelunasan honornya meskipun putaran liga 3 PSSI sudah berakhir beberapa bulan lalu,”ujar pemain kelahiran Banyuwangi, 05-19-1996 tersebut.

Ricky dan Marzuki Madong Saat  menjemur Jagung di Karanglo Desa Sukonatar Kecamatan Srono Banyuwangi
Ricky dan Marzuki Madong Saat menjemur Jagung di Karanglo Desa Sukonatar Kecamatan Srono Banyuwangi

Saat ini Ricky bersama teman-temannya mempercayakan penuntasan masalah honornya kepada pengacara Denny.

Denny Sun’anudin mengungkapkan sebagai pihak yang dipercaya oleh pemain Persewangi yang memperjuangkan haknya akan melakukan beberapa langkah.

Dia berharap manegemen Persewangi Banyuwangi bisa secepatnya menuntaskan kewajiban mereka membayar hak mereka karena hal tersebut menyangkut kredibilitas dan nama baik Banyuwangi.

Selain memenuhi hak-hak pemain, managemen juga diharapkan memberikan kompensasi atas dugaan penelantaran pemain asli Banyuwangi, utamanya pemain yang berasal dari luar kota Banyuwangi.

“Kerugian material nya jelas lha kerugian imateriilnya saat ini tengah kami bicarakan dengan pemain,”ujar pengacara asal Srono itu.

Sementara Firmansyah, perwakilan Askab PSSI Banyuwangi menuturkan dia akan melaporkan pertemuan antara pemain dengan pengacara kepada ketua Askab PSSI Banyuwangi. Untuk tindakan selanjutnya akan diputuskan dalam rapat yang akan digelar secepatnya. (nur-ek)

LEAVE A REPLY