edt_37630_06-12-2016_09-42-00_u

SUARATIMUR (BONDOWOSO) : Sungguh ironi, seorang nenek sebatang kara di Bondowoso, Jawa Timur, tinggal di tumpukan batu yang disusun sendiri selama belasan tahun. Setiap hari sang nenek hanya diberi makan oleh tetangga yang prihatin akan kondisinya. Hingga saat ini, Rabu (7/12/2016), belum ada penanganan dari pemerintah untuk memberikan bantuan kepada nenek tersebut.

Nur Amsari, nenek berusia 75 tahun, warga RT 17 Kelurahan Curahdami Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, selama lebih dari 15 tahun hidup di tumpukan batu yang dibuat sendiri oleh sang nenek. Tumpukan batu ini diambul dari gunung Argopuro dengan jarak lima kilo meter dari tempat tinggal Sari, demikian sapaan sehari-harinya. Batu gunung kemudian disusun rapi menyerupai ranjang, layaknya tempat tidur dengan alas kain sisa, dengan atap terpal dalam kondisi sudah rusak. Di sekitar  lokasi terdapat alat dapur seadanya untuk digunakan sebagai penghangat makanan dan memasak air.

Nenek Sari hidup sebatang kara sejak ditinggal suaminya. Nenek Sari mengaku pernah memiliki anak angkat, namun dia memilih tidak bersamanya karena alasan takut merepotkan dengan kondisinya, yang sudah tua renta. Sehari-hari Nur Amsari hanya ditemani kucing kesayangannya.

Sebelum tua renta, untuk melangsungkan hidupnya nenek ini berprofesi sebagai tukang pijat para tetangga. Namun saat ini, dia hanya berharap belas kasih warga sekitar untuk sekedar bisa hidup. 15 tahun silam, Nenek Sari memiliki rumah, tetapi karena kodisinya sudah rusak, rumah tersebut tidak bisa digunakan lagi. Kondisi ekonomi semakin parah membuat nenek mengalami stress hingga mengganggu kejiwaannya.

Sementara itu, pemerintah kecamatan setempat berjanji akan mencari solusi untuk memberikan bantuan kepada Nenek Sari dengan berkoordinasi kepada dinas terkait. Diharapkan, pemerintah kabupaten melalui dinas sosial dapat segera membantu nenek malang ini, agar segera mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Zelvy Novitasari

LEAVE A REPLY