Cakades Karno; Gratiskan Biaya Layanan Publik

0
295
Sukarno Sali Martoyo (baju putih) Cakades Pesanggaran

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI); Sukarno Sali Martoyo, Calon kepala desa (Cakades) desa Pesanggaran kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mencanangkan beberapa program unggulan apabila mendapat amanah dan kepercayaan masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Banyuwangi 8 November 2017 mendatang.

Program pertama yang dirancang adalah melaksanakan reformasi birokrasi dengan membebaskan semua biaya layanan publik.”Dengan adanya Dana Desa dan Alokasi Dana Desa  (DD/ADD) seharusnya dana operasional pelayanan di kantor desa sudah cukup dan tidak perlu membebani warga masyarakat,”ujarnya.

Prioritas program kedua yang akan dilakukan adalah membangun sarana prasarana jalan atau akses jalan yang menjadi penghubung sentra pertanian di desa Pesanggaran yang sampai saat ini belum disentuh oleh pemerintah desa.

Menurut putra almarhum Saling Martoyo ( mantan anggota DPRD  Banyuwangi) desa Pesanggaran merupakan desa terluas dalam beberapa tahun terakhir dinilai salah urus. “Pejabat kades memberikan sebagian tanah bengkok untuk diolah bersama yang hasilnya dibagi bersama. Selain kurang mendidik hal tersebut tidak menuntaskan masalah yang terjadi di desanya,”ujar Alumni Universitas Merdeka Malang itu.

Hal lain yang dipikirkan adalah mencari solusi atas problem petani jeruk dan buah naga yang membutuhkan pelatihan untuk mengolah jeruk dan buah naga yang afkir supaya memiliki nilai ekonomis dan hal itu butuh koordinasi dengan pemkab Banyuwa,ngi.

Dari  17.000 penduduk yang ada,  masa depan kelompok nelayan juga membutuhkan pemikiran khusus.  Mereka sempat mendapatkan harapan untuk meraih penghasilan yang besar dengan menangkap benur. Namun dengan adanya Surat Keputusan Mentri Kelautan larangan untuk  menangkap benur, harapan tersebut memudar bahkan saat ini rata-rata kondisi ekonomi mereka cukup memprihatinkan.

Karno menegaskan sebagai salah satu wilayah  terdampak dengan adanya perusahaan tambang,  utamanya kelompok nelayan, sudah sewajarnya apabila  warga Pesanggaran berhak mendapatkan prioritas kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang kesehatan pendidikan dan pemberdayaan serta bidang-bidang yang lain. (*)

LEAVE A REPLY