Gandrung Sewu Cara Tumbuhkan Anak Cinta Budaya

0
18

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI); Gelaran tari  Gandrung Sewu , merupakan salah satu upaya Pemkab  Banyuwangi untuk melakukan konsolidasi warga masyarakat dan menumbuhkan kembangkan anak-anak mencintai budaya bukan sekedar target pariwisata
Banyuwangi.

Kepada puluhan wartawan di Rumah Osing Pendopo Sabha Swagatha Blambangan  Banyuwangi Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan Tari Gandrung merupakan tari legenda yang ada di ujung timur pulau Jawa dan menjadi salah satu alat pendekatan komunitas bagi Banyuwangi yang masyarakatnya beragam ada Jawa Bali Osing dan banyak yang lain.

Untuk menampilkan seribu Gandrung, pada awalnya tidaklah mudah.” Pada saat tahun pertama digelar agar pelaksanaan sukses ada mobilisasi peserta yang berasal dari para pelajar sekolah-sekolah yang ada di Banyuwangi,”jelas Kang Anas.

Kemudian dalam gelaran kedua, imbuh Kang  Anas animo pelajar untuk tampil dalam pementasan  tari Seribu Gandrung di pantai Boom mengalami peningkatan yang pesat sehingga dilakukan seleksi.

img-20171007-wa0075Budianto, ketua Panitia pelaksana tari seribu Gandrung menuturkan untuk tahun ini memasuki tahun ke enam pementasan tercatat 3.600 pendaftar yang ingin tampil.

Adapun tema yang diambil adalah Gandrung Sewu ke enam tahun adalah Kembang Pepe yang menampilkan 1048 penari. Apabila ditambah penabuh gamelan dan pendukung lain totalnya 1.200 orang.

Tari Gandrung, dalam catatan sejarah merupakan alat Perjuangan Rakyat Banyuwangi dalam melawan penjajah.

Adapun  tema dalam gelaran kali ini merupakan lanjutan makna dan arti gelaran tahun sebelumnya yang tahun lalu maknanya Mas Alit bupati Banyuwangi pada masa itu mengumpulkan seluruh rakyat untuk melawan Belanda.

“Tahun ini Kembang Pepe bermakna saatnya untuk berjuang dengan segala cara dan diperintah melakukan perlawanan total kepada penjajah Belanda. Dan di bagian akhir penampilan Gandrung Sewu akan dikumandangkan Shalawat Badar,” jelas Budianto.

LEAVE A REPLY