Napi Narkoba Capai 420 Orang di Lapas Kelas IIB

0
127

SUARATIMUR (BANYUWANGI) – Jumlah napi narkoba di Lapas Kelas IIB Banyuwangi mencapai 420 orang, hampir separuh dari jumlah penghuninya sebanyak 850 orang. Sementara itu, kapasitas lembaga pemasyarakatan ini sebenarnya hanya 250 orang.

Selain over hunian, jumlah napi narkoba yang hampir separuh dari penghuni lapas itu, membuat petugas Lapas Kelas IIB memberikan atensi terhadap mereka yang diduga telah menyalahgunakan  barang narkotika dan psikotropika tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, K. Akbar Herry A, Bc.IP, SH kepada wartawan, Sabtu (9/12/2017), menjelaskan karena banyaknya jumlah napi narkoba pihaknya mencanangkan program bersih narkoba. Dengan harapan program ini mampu mencegah adanya peredaran barang haran ini di lingkungan lapas.

2‘’Dengan program bersih narkoba ini kami akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam peredaran barang terlarang ini. Bagi petugas akan menerima sanksi dari lembaga, sedang bagi penghuni yang terlibat tidak ada ampun, pasti kami layar ke lapas lain di luar kota,’’ tegasnya.

Selain tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat peredaran narkoba, lanjut Akbar, pihaknya juga melakukan langkah persuasi, seperti menggalakkan kerajinan tangan dan kegiatan seni budaya bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dijelaskan, meski baru satu bulan bertugas di Lapas Kelas IIB Banyuwangi namun sudah banyak yang dilakukan. Hal ini tidak lepas dari kesadaran WBP untuk ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan lapas.  Seperti pada kerajinan tangan, WBP mampu membuat beragam produk kerajinan hasil daur ulang kertas koran. Ada pula warga lapas yang menyalurkan bakatnya lewat karya lukis, antara lain, lukisan sosok penari Gandrung, Barong, Harimau dan lain-lain.

Sedang untuk seni musik, tambah Akbar, pihaknya telah membentuk kelompok kesenian Hadrah dan Kapok Band. Bahkan untuk Kapok Band sudah siap merilis albun perdananya sebanyak 12 lagu kendang kempul Banyuwangi. Salah satu lagu andalannya adalah lagu Susi yang menggambarkan seorang gadis Banyuwangi yang dikenal dengan Jebeng selalu menarik perhatian kaum adam.

‘’Pokoknya pagi hari warga binaan kami didik beragam ketrampilan. Dan sore harinya kami jadwalkan untuk kesenian Hadrah dan Kapok Band latihan sekaligus hiburan bagi warga binaan lainnya. Malam harinya tinggal capeknya untuk beristirahat,’’ paparnya.

Dengan kesibukan-kesibukan positif itu, menurut Akbar, pihaknya berharap warga tidak lagi berpikir yang aneh-aneh selama didalam pembinaan agar segera menjalani masa tahanannya dan pada waktunya kembali ke tengah-tengah masyarakat lagi. (*)

LEAVE A REPLY