2.000 Pelangggar Ikuti Sidang E-Tilang

0
24

SUARATIMUR.NET(BANYUWANGI) –  Sedikitnya 2.000 warga Banyuwangi berjubel di kantor pengadilan negeri dan kejaksaan negeri Banyuwangi, kemarin (28/9/2017). Mereka bukan berdemo, melainkan antre sidang e-tilang, untuk mengambil surat tanda nomor kendaraan (STNK) bermotor.

Ribuan warga berjubel sejak pukul 07.00 WIB. Mereka datang dari seluruh pelosok pedesaan di Banyuwangi. Banyaknya warga yang mengikuti sidang e-tilang tersebut karena pada Kamis (21/9/2017) lalu,  bertepatan dengan hari libur nasional. Sehingga, bagi para pelanggar yang mengikuti e-tilang menumpuk. “Jumlahnya sekitar dua ribuan pelanggar,” ungkap Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan negeri (Kejari) Banyuwangi, Budi Hartono.

Sidang e-tilang tersebut rutin digelar seminggu sekali setiap hari Kamis. Jumlah peserta sidang biasanya hanya berkisar antara 500 pelanggar setiap minggunya. Namun jumlah itu fluktuatif, tergantung dari penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. “Jumlahnya bias jadi masih tinggi, karena masih fluktuatif dan kisarannya diangka 500an pelanggar setiap minggunya,” jelas Budi.

Uang hasil denda tilang kendaraan bermotor yang telah diputuskan oleh pengadilan negeri Banyuwangi itu, jelas Budi langsung disetor ke bank. Semua uang disetor ke kas negara melalui bank, dan tidak ada sepeserpun yang masuk kantong pribadi. Karena semua uang tersebut merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tidak hanya uang denda tilang, melainkan uang hasil perkara pidana, tipiring dan uang hasil rampasan juga langsung disetor ke kas negara melalui bank.

Lebih lanjut Budi Hartono menjelaskan, untuk PNBP yang telah disetor oleh kejari Banyuwangi ke Kas Negara cukup tinggi. Setiap tahunnya bisa mencapai lebih dari satu miliar, tergantung jumlah pelanggar. Karena banyaknya warga yang antre untuk mengambil STNKB tersebut, pihak kejari Banyuwangi juga membuka tiga loket layanan, serta memberikan tenda dan kursi pada sisi sebelah timur kantor kejari. “ Kami sediakan tenda dan kursi hanya untuk peningkatan layanan, agar warga yang rumahnya jauh bisa istirahat lebih dulu selama menungggu,” jelas Budi.

Tiga loket yang tersedia itu yakni dua loket untuk pembayaran tunai, dan satu loket khusus yang sudah melakukan pembayaran melalui bank BRI. Hanya saja kendalanya, tidak sedikit pelanggar yang sudah membayar di bank ada uang kembalian, karena keputusan majelis hakim lebih ringan dari denda yang ditetapkan kepolisian. Akibatnya, pihak kejari membuatkan surat untuk uang pengembalian, selanjutnya diambil uang kembaliannya ke bank. “ Sementara ini belum ada petugas bank BRI di kejaksaan, jadi warga harus bolak-balik ke bank, jika uang sidang ada pengembalian,” tandasnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Banyuwangi Heru Setiyadi mengatakan, saat ini pengadilan negeri (PN) Banyuwangi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk pelaksanaan sidang e-tilang. Jika sebelumnya sidang harus diikuti di meja persidangan, saat ini sudah tidak lagi.

Pelanggar tidak perlu hadir ke PN untuk mengikuti sidang, melainkan cukup membuka website PN Banyuwangi pn-banyuwangi.go.id/ atau sms dengan format Tilang#No.Tilangcontoh Tilang#123456 kirim ke 081559281191, untuk mengetahui denda tilangnya. Sidang tilang tersebut rutin digelar setiap hari Kamis Pukul 08.00 WIB. “ Kami masih membuat aplikasi khusus untuk e-tilang ini yang harapannya untuk memudahkan masyarakat,” terang Heru.

Pelaksanaan sidang e-tilang tersebut merupakan pelaksanaan peraturan mahkamah agung (PERMA) Nomor 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas. “Perma Perkara Tilang ini diharapkan bisa mempercepat dan mempermudah proses penyelesaian perkara tilang di PN,” tandasnya. (*)

Eko Suryono

LEAVE A REPLY