BPD Gentengkulon Catat Sejarah Dalam Pemerintahan Desa

0
38
Suasana Musdes Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2018 di Balai Desa Gentengkulon
Suasana Musdes Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2018 di Balai Desa Gentengkulon

SUARATIMUR.NET(BANYUWANGI : Badan Perwakilan Desa (BPD) Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jum’at (25/08/2017), berhasil mengukir prestasi atas terselenggaranya Musyawarah Desa (Musdes) yang digagas kelembagaan perwakilan rakyat di tingkat desa tersebut.

Tidak saja mencetak sejarah dalam pemerintahan desa karena selama ini Musdes Gentengkulon selalu dilaksanakan aparatur desa, namun BPD Gentengkulon juga mampu memberikan pencerahan bagi desa-desa lainnya untuk melakukan transparansi penggunaan anggaran sebagaimana tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Dengan dukungan sekitar 284 orang atau 91 persen dari 356 orang peserta yang telah disepakati lewat musyawarah BPD, Musyawarah Desa Perencanaan Pembangunan Gentengkulon tahun 2018.

Mereka yang terlibat secara aktif dalam musyawarah tersebut, antara lain, perwakilan RT sebanyak 159 orang, perwakilan tokoh masyarakat 159 orang, 18 orang Ketua RW, 10 orang perangkat desa, 10 orang anggota BPD, dan Pj.Kepala Desa.

Pj.Kades Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Bambang Budiarto, mengapresiasi keberhasilan Musdes yang diselenggarakan BPD di Balai Desa Gentengkulon. Selain Musdes kali pertama yang digelar BPD, juga dalam sejarah permusyawaratan yang pernah digelar di Desa Gentengkulon ini merupakan kegiatan dengan peserta terbanyak yang berjalan dengan baik.

Musyawarh Desa Perencanaan Pembangunan Gentengkulon Tahun 2018 langsung dipimpin Ketua BPD, Rudi Hartono Latief
Musyawarh Desa Perencanaan Pembangunan Gentengkulon Tahun 2018 langsung dipimpin Ketua BPD, Rudi Hartono Latief

Sebelum sidang Musdes dimulai, Sunyoto,S.Pd sebagai Ketua Panitia Musdes yang juga Sekretaris BPD melaporkan bahwa peserta yang sudah menandatangani daftar hadir sebanyak 284 peserta atau sudah melampaui quorum 2/3 dari jumlah peserta sebagaimana yang diatur dalam Tata Tertib Musdes.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tokoh masyarakat peserta Musdes atas kehadiran dan partisipasi aktifnya dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BPD. Karena acara ini merupakan hajat permusyawaratan tertinggi masyarakat desa yang wajib diselenggarakan dalam upaya membahas hal-hal strategis terutama dalam hal Perencanaan Pembangunan,’’ jelasnya.

Sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku, Musdes Perencanaan menjadi kewajiban BPD untuk menyelenggarakannya, sebagai bahan penyusunan rancangan RKPDes oleh Pemdes yang berikutnya dibahas bersama BPD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa. Kemudian dari Perdes RKPDes inilah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ditetapkan.

Sedang Wakil Ketua BPD Gentengkulon, Drs. Totok Hariyanto, M.Si., dalam pandangan umumnya di sidang Musdes yang dipimpin Ketua BDP Gentengkulon, Rudi Hartono Latif yang juga Ketua Asosiasi BPD Kabupaten Banyuwangi, disampaikan rincian pendapatan Desa Gentengkulon dari Dana Desa (DD) sebesar Rp.1.063.234.000,- dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.777.195.009,-, serta SILPA tahun 2016 sebesar Rp.76.601.589,-.

Tidak ketinggalan pula, disampaikan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dinyatakan semakin meningkat secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp.255.250.000,-.

Antusias warga Desa Gentengkulon untuk mengikuti Musdes yang dilaksanakan BPD sangat tinggi
Antusias warga Desa Gentengkulon untuk mengikuti Musdes yang dilaksanakan BPD sangat tinggi

Selama ini sedikit sekali orang mengetahui PADes karena dianggap rahasia. Namun dalam musyawarah desa kali  BPD Gentengkulom membuka secara gamblang. ‘’ Sekarang khalayak tahu bahwa sebenarnya Desa Gentengkulon memiliki 14,25 bahu Tanah Kas Desa ex Bengkok yang mnghasilkan pendapatan sebesar Rp.145.750.000,-.Kemudian hasil sewa bangunan milik desa berupa Ruko dan Gedung Serbaguna sebesar Rp.19.500.000,-. Hasil sewa lapangan sebesar Rp.20.000.000,- serta pendapatan dari kekayaan desa lainnya yang sah sebesar Rp.70.000.000,-,’’ papar Totok.

BPD Gentengkulon juga menyampaikan apresiasi kepada pemdes yang telah memajang informasi APBDes pada baliho sangat besar di pintu masuk kantor desa setempat. Akan tetapi dalam kesempatan itu  BPD juga mendesak kepada pemdes untuk segera memasang papan informasi APBDes serupa di beberapa tempat strategis lainnya, diantaranya terkait informasi pendapatan maupun peruntukan anggaran yang lebih terperinci dan disertai kontak pengaduan masyarakat. Hal ini senada dengan garis kebijakan pemerintah serta dinyatakan sebagai permintaan para tokoh masyarakat yang disampaikan kepada BPD pada saat kegiatan serap aspirasi.

“Jika pada tasyakuran HUT RI tahun 2016 BPD memberikan kado berupa Perdes Pungutan yang menggratiskan berbagai layanan masyarakat di Kantor Desa, maka pada peringatan 72 Tahun HUT RI kali ini BPD memberikan kado kemerdekaan berupa alokasi dana pembangunan sebesar Rp.30.000.000,- per RW,’’ jelas Totok yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari peserta Musdes.

Ketua BPD Gentengkulon, Rudi Hartono Latif, menambahkan musyawarah desa di desanya berjalan cukup menarik layaknya sidang paripurna DPR. Acara diawali dengan pembahasan tata tertib. Setelah melalui perdebatan yang dinamis sidang akhirnya menetapkan rencana kegiatan pembangunan bersama, atau berbasis dusun, atau menerima dan menyepakati rekomendasi BPD tentang 30 juta per RW.

“Dengan ini kita tetapkan alokasi dana pembangunan per RW di tahun 2018 sebesar Rp 30 juta, dengan mengutamakan pembahasan peruntukannya mendahulukan skala prioritas urgensi dan kebutuhan mendesak di tingkat dusun,’’ kata Rudi. (*)

Eko Suryono

 

LEAVE A REPLY