Empat WBP Lapas Kelas IIB Banyuwangi Dapat Remisi Natalan

0
41
Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH
Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH

SUARATIMUR (BANYUWANGI) – Empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas IIB Banyuwangi bakal mendapat remisi 1 bulan menyusul perayaan Natal tahun 2017. Keempatnya mendapat remisi khusus karena memenuhi persyaratan administrasi dan berkelakuan baik, sehingga mereka berhak seperti warga binaan pemasyarakatan lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Achjar, Bc.IP, SH, MH, kepada wartawan, Kamis (21/12/2017), menjelaskan remisi yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan Hari Raya Natal merupakan remisi khusus keagamaan yang diterima WBP yang beragama Nasrani.

‘’Remisi khusus ini diberikan kepada WBP sesuai agamanya masing-masing. Jadi remisi diberikan bertepatan dengan perayaan agamanya masing-masing. Karena khusus pemberian remisi dilakukan secara simbolis,’’ kata Akbar.

Berbeda lagi dengan pemerian remisi umum yang diberikan bertepatan dengan puncak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus, lanjut Akbar, pihaknya menyerahkan remisi di puncak acara upacara bendera.

Menurut Akbar, WBP yang berhak mendapat remisi dengan masa tahanan diatas sembilan bulan. Selain itu tidak mendapat register F atau pelanggaran, seperti terlibat dalam perkelahian atau pelanggaran lainnya.

Untuk remisi umum tahun 2017, tambah Akbar, Lapas Kelas IIB Banyuwangi mendapat keringanan hukuman bagi 321 orang dengan perincian 1 hingga 5 bulan sebanyak 321 oirang dan langsung bebas sebanyak empat orang.

Saat ini jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Banyuwangi hingga Kamis (21/12), tercatat sebanyak 843 orang, meliputi 363 orang tahanan dan 480 orang narapidana.

‘’Dari jumlah penghuni lapas itu, mayoritas didominasi mereka yang terlibat kasus narkoba. Tercatat sebanyak 340 orang yang tersangkut narkoba,’’ jelas.

Akbar menambahkan, kondisi Lapas Kelas IIB Banyuwangi sebenarnya sudah tida ideal lagi karena harusnya hanya dihuni tidak lebih dari 300 orang. ‘’Ada upaya memidahkan lokasi lapas ke daerah lain. Namun karena belum jelasnya status lahan yang akan dihibahkan Pemkab Banyuwangi, rencana pembangunan lapas itu terkatung-katung hingga kini. Makanya kami berencana merehabilitas lapas yang sekaran dengan membangun dua lantai,’’ pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY