Gesah Reboan KAHMI Banyuwangi Soroti Lemotnya Jaringan Internet yang Berpotensi Ganggu Program Smart Kampung

0
84
Gesah Reboan KAHMI Banyuwangi soroti lemotnya jaringan internet yang berpotensi ganggu program Smart Kampung
Gesah Reboan KAHMI Banyuwangi soroti lemotnya jaringan internet yang berpotensi ganggu program Smart Kampung

SUARATIMUR.NET(Banyuwangi) : Forum Gesah Reboan Kader Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Banyuwangi, dalam diskusi rutinnya di Padepokan Leleneng Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah, Rabu (23/08/2017), menyoroti tajam lemot atau lambannya jaringan internet yang ada di sejumlah desa sehingga berpotensi mengganggu pelaksanaan program Smart Kampung.

‘’Program Smat Kampung yang digulirkan Pemkab. Banyuwangi beberapa tahun terakhir merupakan program yang harus didukung semua pihak karena program ini sangat membantu pelayanan yang diberikan pemerintah bagi masyarakat. Karena itu kami memprihatinkan adanya gangguan jaringan internet yang dapat mengganggu program Smart Kampung tersebut,’’ ungkap As’ad M. Nagib, Ketua Lembaga Kajian Desa (LKD) Banyuwangi dihadapan peserta Forum Gesah Reboan.

Apalagi biaya yang dikeluarkan pihak desa, lanjut As’ad, untuk membayar jaringan internet itu cukup besar.

‘’Rata-rata setiap desa membayar jaringan internet sebesar Rp 2 juta per bulan. Bahkan tidak hanya satu proverder yang dipasang di desa, dua hingga tiga proverder,’’ tegasnya.

Karena pihaknya, tambah As’ad, meminta semua stakeholder jaringan internet di desa-desa untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya agar jaringan internetnya yang dibeli dengan uang rakyat bisa berjalan maksimal sehingga tidak mengganggu program Smart Kampung.

Sementara itu menanggapi adanya keluhan sejumlah aparatur pemerintahan desa sekaitan lemotnya jaringan internet yang cukup mengganggu pelaksanaan program Smart Kampung dalam dua bulan terakhir ini, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi,  A. Faisol NS, menjelaskan ada beberapa kemungkinan penyebab kurang maksimalnya jaringan internet di beberapa desa yang mengakibatkan pelaksanaan program Smart Kampung kurang bisa maksimal.

Namun ketika tim DPMD melakukan pengecekan di lapangan, lanjut Faisol, ada sebagian desa yang petugasnya belum menguasai teknis, bahkan mereka tidak memanfaatkan jaringan internet berbayar yang sinyalnya bagus.

“Bimbingan teknis pada petugas sudah, bahkan kami nomor petugas yang siap menangani gangguan jaringan sudah kami sebarluaskan ke desa.  Masalahnya, bagaimana pihak desa mampu memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan,”jelas Faisol.

Sedang sekaitan berita besaran dana yang ditanggung desa untuk membiayai program Smart Kampung yang diunggah salah satu media online, menurut Faisol, pihaknya tidak mengetahui secara rinci karena selama ini desa yang langsung membayar kepada pihak penyedia jasa internet.

Nurhadi/*ONO

LEAVE A REPLY