Jumlah Tahanan Polres Banyuwangi Pada Tahun 2016 Turun

0
80

img_20161231_085214SUARA TIMUR (BANYUWANGI)  : Jumlah tahanan Polres Banyuwangi pada tahun 2016 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dimana apabila tahun 2015 penghuni sel tahanan tercatat 902 orang, tahun 2016 total jumlahnya 806 atau berkurang 96 orang. Pernyataan tersebut disampaikan AKBP Agus Yulianto di Mapolres Banyuwangi Sabtu (31/12/2016).

Menurut AKBP Agus Yulianto, penurunan jumlah tahanan juga diikuti berkurangnya kasus kriminal yang terjadi di wilayah Banyuwangi. Berdasarkan catatan Kepolisian Resort Banyuwangi, tahun 2015 terjadi 986 kasus. Penyidik sukses menangani 652 kasus. Sedangkan tahun ini angka kriminalitas tercatat 818 kasus dan aparat kepolisian sukses menangani 552 kasus.

Selanjutnya mantan Kapolres Malang itu menambahkan kasus narkoba menempati urutan pertama  dengan 179 laporan. Seluruh perkara mampu ditangani secara tuntas.

Urutan  kedua aparat kepolisian mencatat  laporan 119 kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Penyidik mampu menuntaskan penanganan 62 perkara. Kemudian kasus perjudian  di posisi ketiga dengan 75 laporan.

“Tahun 2016 memang terjadi peningkatan di bidang narkoba dan pengungkapannya juga tinggi dan masuk urutan lima besar di tingkat Polda Jawa Timur. Kepada masyarakat agar memperingatkan anak maupun keluarganya agar tidak terlihat narkoba,” pinta AKBP Agus Yulianto.

Kapolres Banyuwangi ini menambahkan, selama 2016, pihaknya minim dalam menangani kasus tindak pidana korupsi. Tercatat dua kasus korupsi yang melibatkan empat tersangka dengan dugaan kerugian negara Rp 690 juta. Dua kasus korupsi itu terkait dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Kalibaru Wetan dan penyelewangan Dana Hibah APBD Tahun 2013 Pilgub Jatim yang melibatkan Ketua dan Bendara Panwaslu Banyuwangi.

Selanjutnya AKBP Agus Yulianto menambahkan masalah pelanggaran dan kecelakaan lalulintas di Banyuwangi  mengalami tren penurunan. Tahun 2016 tercatat kasus  kecelakaan tercatat 687 kejadian. Dibandingkan dengan tahun  sebelumnya tercatat 730 kejadian. Berarti sepanjang tahun 2016 telah terjadi angka penurun 5,89 persen atau 43 kasus.

Kemudian pelanggaran muatan, menurut Kapolres Banyuwangi juga menurun drastis. Tahun lalu jumlah pelanggaran tercatat 3.069, sedangkan  tahun ini hanya 1.443 kasus. Terjadi penurunan 1.626 perkara atau 52,98 persen. Begitupun dengan pelanggaran lain, yakni marka, surat kendaraan maupun alat perlengkapan berkendara. Khusus pelanggaran rambu tahun 2016 turun 35,65 persen atau 3.701 perkara dari jumlah total penanganan 6.680 kasus. Sementara tahun lalu jumlah laporan mencapai 10.381 kasus.

“Polsek dan polres melakukan penindakan pencegahan yang kian aktif. Begitupun dengan Satlantas Polres Banyuwangi yang gencar melakukan penindakkan sehingga laka lantas menurun dibanding tahun 2015,” jelas AKBP Agus Yulianto

Catatan akhir tahun 2016 yang lain, hasil operasi miras sebanyak 522 kasus dengan 531 pelaku. Sebanyak 225 jerigen ukuran 35 liter plus 2 drum berisi arak dan 5.960 botol miras berbagai jenis turut pula disita. Masalah premanisme juga menjadi perhatian Sabhara Polres Banyuwangi yang didukung jajaran polsek. Setidaknya pada tahun 2016 ada 95 gitar dan 312 KTP warga diamankan aparat saat melakukan razia rutin.

Tahun 2017 mendatang, aparat kepolisian akan fokus mengungkap perkara yang belum ditangani dan dituntaskan selama tahun 2016 dengan mengoptimalkan petugas penyidik yang ada di Polres maupun jajaran Polsek di wilayah Banyuwangi.

Nurhadi

 

LEAVE A REPLY