Mendikbud Apresiasi Pendidikan Karakter Yang Dilakukan Banyuwangi

0
26

Pewarta : Nurhadi

SUARATIMUR (BANYUWANGI) :  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia ( R I ), Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Banyuwangi  dalam memberi pendidikan karakter sejak dini. Salah satunya melalui gerakan literasi bagi siswa sekolah dasar (SD) yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi Jawa Timjur Sabtu (4/2).

 “Saya sangat memberikan apresiasi, hari ini ada 16 ribu siswa se Banyuwangi yang menunjukkan kekompakannya melakukan kegiatan literasi dengan aktivitas membaca secara serempak, ini sangat menginspirasi,” kata Menteri Muhajir saat membuka gerakan literasi Banyuwangi Discovery.

Muhajir mengatakan geakan literasi ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sangat penting bagi anak. Karena dalam kegiatan membaca, mereka tidak hanya membaca huruf tapi ada proses mnyerap nilai-nilai yang akan berpengaruh pada mentalnya.

“Gerakan ini bisa menjadi cara menumbuhkan budaya membaca sejak dini bagi anak-anak. Ini butuh bimbingan yang terus-menerus dari orangtua dan guru untuk memberikan pemahaman dari apa yang dibaca.  Sehingga mereka tidak hanya menjadi pembaca pasif, ” kata Muhadjir.

Muhajir juga memuji Banyuwangi yang memberikan pendidikan karakter lewat seni dan budaya. Salah satunya dengan mengajarkan anak-anak seni tari dan musik khas daerah sejak dini. Pujian tersebut dilontarkan Menteri usai menyaksikan tampilan Tari Gandrung  diiringi  musik khas Banyuwangi yang semuanya dimainkan oleh anak-anak.

“Pendidikan karakter tidak ada kurikulumnya. Melalui pelajaran menari juga bisa menjadi salah satu pendidikan karakter. Jangan dilihat tariannya tapi prosesnya, menari menjadi media belajar tumbuhnya percaya diri, imajinasi juga melatih  otot halus dan kasar anak-anak,” ujarnya.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menambahkan, pengenalan nilai seni dan budaya telah dilakukan sejak  tingkat Sekolah Dasar. Bahkan tari Gandung menjadi salah satu ektrakurikuler yang ada di setiap sekolah mulai TK, SD, hingga SMA/SMK.“Kami ingin anak-anak Banyuwangi tidak kehilangan karakter daerahnya ditengah  gempuran seni dan budaya modern. Ini jadi salah satu kebijakan daerah agar anak-anak mencintai seni budaya sejak dini,” ujar Wabup.

Selama ini, imbuh Yusuf Banyuwangi menjadikan Tari Gandrung sebagi salah satu ikon budaya melalui gelaran kolosal Gandrung Sewu setiap Tahun. Dalam gelaran tersebut tampil seribu lebih penari Gandrung yang terdiri atas siswa SD dan SMP menarikan Tari Gandrung dengan gerakan yang indah. Tari Gandrung juga kerap ditampilkan Banyuwangi dalam berbagai even baik regional, nasional maupun internasional.(*)

LEAVE A REPLY