Meri Gantungkan Hidup Dari Membatik

0
66

img_3231

SUARATIMUR.NET(BANYUWANGI); Tak pernah terbayangkan oleh Marimastuti, warga Perum Permata Asri H2 kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro yang menjadikan batik tulis sebagai sumber penghidupan bersama dua buah hatinya setelah suaminya meninggal dunia.

Marimastuti mengenal dan memiliki ketrampilan membatik sejak duduk di bangku SMA. Awalnya belajar nembok atau ngeblok batik di sekitar lingkungan tempat tinggalnya yang sebagian besar pengusaha batik pada masa itu.

Meri, panggilan akrab wanita dua anak tersebut saat  ini menjadi salah seorang perajin batik motif Banyuwangi seperti; Gajah Oling dan Kangkung Setingkes, namun bisa melayani motif lain sesuai pesanan.

Usaha batik Meri sempat terhenti karena harus mengikuti suaminya hidup di kota  Jember.”Pada tahun 2009 saya memulai lagi usaha batik dengan modal 1 potong senilai Rp 150 ribu. Saat ini saya mampu melayani 15 pesanan potong dalam 25 hari kerja,”ujarnya

Bahkan beberapa waktu lalu salah seorang adik Gus Dur (alm) pesan 4 potong batik motif Parasgempal dan Sekar jagat.

Sejak awal menekuni usaha batik tulis sampai saat ini, Meri belum pernah mendapat bantuan dari pemkab Banyuwangi.

Untuk itu dia berharap pemkab Banyuwangi mau membantu dalam permodalan dan bidang pemasaran agar usahanya lebih berkembang dan maju untuk memenuhi kebutuhan bersama dua anaknya.

Bagi warga masyarakat yang ingin membeli batik tulis karyanya, menurut Meri bisa langsung ke rumahnya atau toko Swadesi Banyuwangi yang menjadi salah outlet produknya. (*)

Nurhadi/*ONO

LEAVE A REPLY