MUI DUKUNG PEMKAB BANYUWANGI KEMBANGKAN WISATA HALAL

0
67

SUARATIMUR (BANYUWANGI) :  Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk mengembangkan pariwisata halal mendapat apresiasi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seperti yang disampaikan KH. Ma’ruf Amin  di ruang kerja Bupati Banyuwangi, pariwisata halal (halal tourism) kini memang menjadi tren dan di tengah upaya pemerintah menggenjot sektor pariwisata, segmen halal tourism cukup potensial dikembangkan.

anas-ma
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas – Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin

”Saya sangat mengapresiasi jika ada yang mengembangkan halal tourism. Indonesia sangat cocok untuk pengembangan jenis pariwisata tersebut,” ujar KH Ma’ruf Amin yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi Jumat (13/1).

Kiai Ma’ruf menyarankan agar Pemkab Banyuwangi menggandeng para pelaku jasa travel umroh dan haji dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata halal ke calon wisatawan dari Timur Tengah. ”Ini bisa digandeng oleh Banyuwangi jika ingin mengembangkan pariwisatanya,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ada sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi pariwisata halal. ”Misalnya di Pantai Grand Watudodol atau di Pulau Tabuhan. Nanti bisa disegmentasi, misalnya khusus keluarga. Bisa juga ada club beach khusus muslimah dan anak-anak. Ini bukan SARA lho, ini murni menggarap pasar pariwisata. Di sejumlah negara, konsep seperti ini laris-manis diserbu wisatawan muslim,” jelas Anas,

Selain itu, lanjut Anas, salah satu wilayah yang bisa dikembangkan adalah Pulau Santen. Namun, lokasi tersebut  membutuhkan perbaikan infrastrukturnya yang belum sebaik Pantai Grand Watudodol atau Pulau Tabuhan.

Anas menambahkan  potensi wisata halal cukup besar mengingat populasi umat Islam di dunia sekitar 1,6 miliar jiwa dan bakal terus bertambah. Belanja wisata halal tahun 2012 tercatat sekitar  US$ 137 miliar. ”Saya juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata Pak Arief Yahya. Beliau bilang, wisatawan muslim dari Timur Tengah nilai belanjanya cukup besar, rata-rata US$ 1.200 per orang per kunjungan,” kata Anas.

Untuk mendukung pariwisata halal, sambung Anas, sejumlah persiapan perlu dilakukan, antara lain mendorong sertifikasi halal untuk hotel dan restoran. ”Thailand itu meski bukan negara yang mayoritas penduduknya muslim, punya 100 hotel dan restoran bersertifikat halal. Jadi sekali lagi, ini bukan soal SARA di dunia wisata, tapi bicara segmen pasar. Di Singapura bahkan ada lebih dari 2.500 hotel dan restoran yang bersertifikat halal. Saya akan bicara ke sejumlah pemilik hotel di Banyuwangi untuk mengurus sertifikasi halal,” ujar Bupati Azwar Anas.(nur/ekos)

LEAVE A REPLY