Nelayan Bunder Bentangkan Bendera Merah Putih di Pulau Tabuhan

0
30

fb_img_1502966891224

SUARATIMUR.NET (Banyuwangi) : 100 lebih nelayan, mahasiswa dan relawan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (17/08/2017), menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke 72 di Pulau Tabuhan Kecamatan Wongsorejo yang tidak berpenghuni tersebut.

Mereka juga membentangkan bendera merah putih sepanjang 72 meter, di sepanjang bibir pantai yang merupakan salah satu destinasi di Banyuwangi yang dikenal akan keindahan alam tersebut.

Kegiatan diawali dengan menggelar upacara bendera dengan berjajar menbentuk barisan melingkar untuk mengikuti tahapan upacara kemerdekaan hingga selesai. Setelah itu, penmbentangan bendera merah putih sepanjang 72 meter dilakukan dengan iringan lagu Indonesia Raya.

“Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun. Ini sebagai peran serta nelayan dalam memperingati kemerdekaan RI. Dan juga kemerdekaan lingkungan dari kerusakan. Kami bergabung kegiatan ini bersama relawan dan menularkan virus kemerdekaan lingkungan kepada peserta upacara,” ujar Sukirno, manajer Bangsring Underwater Banyuwangi(Bunder) kepada wartawan.

Selain upacara bendera dan membersihkan pantai dan menanam terumbu karang sebanyak 45 bibit karang.  Pada kesempatan itu nelayan juga melepaskan sepasang hiu pasca pemulihan selama 8 bulan di Perairan Bangsring. Hiu anakan tersebut sebelumnya tidak sengaja tertangkap jaring nelayan dan mengalami luka. Hiu tersebut kemudian di rawat di Klinik Hiu yang di kelola nelayan Samudra Bakti.

“Kita melepasliarkan ikan hiu yang selama ini dirawat oleh nelayan. Ada sepasang kita beri nama Mahardika dan Mahardini. Saat ini hiu yang masih dalam perawatan ada 11 hiu anakan,” kata Sukirno.

Selama 10 tahun terakhir ini, kelompok Nelayan Samudra Bakti telah melalukan konservasi terhadap terumbu karang diwilayah perairan Bangsring. Konservasi tersebut kemudian menjadikan wilayah tersebut berubah sebagai destinasi wisata dan edukasi.

Kerja keras nelayan Samudra Bakti telah diganjar penghargaan Kalpataru dari Presiden Joko Widodo pada awal Agustus 2017 lalu. Mereka merubah perairan yang rusak itu menjadi ekosistem yang baik bagi lingkungan, wisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

 Eko Suryono

LEAVE A REPLY