Pecel Pithik Menu Utama Ritual Tumpeng Sewu

0
79
Pecel Pithik menu utama dalam Tumpeng Sewu yang digelar Kamis (24/08/2017). (Foto:Istimewah)
Pecel Pithik menu utama dalam Tumpeng Sewu yang digelar Kamis (24/08/2017). (Foto:Istimewah)

SUARATIMUR.NET(Banyuwangi) : Banyuwangi sebagai salah satu destinasi yang kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional, tidak hanya memiliki kekayaan wisata alam, seni budaya dan buatan, tetapi juga kaya akan wisata jajanan dan panganannya yang sangat khas.

Tetapi tidak semua makanan khas masyarakat osing selalu berkaitan dengan acara ritual adat setempat. Namun tidak demikian dengan menu Pecel Pithik yang selalu menjadi salah satu menu utama dalam setiap penyelenggaraan ritual adat masyarakat Osing. Untuk lebih memperkenalkan menu Pecel Pithik ini, masyarakat adat Osing Desa Kemiren Kecamatan Glagah, menggelar acara tumpeng sewu setiap tahunnya.

Pecel Pithik menu satu-satunya dalam acara yang telah menjadi kalender wisata itu, namun masih ada beberapa menu penganan lain yang melengkapinya. Di antaranya, tumpeng srakat yang berisi segala macam sayuran, nasi “sego golong” yang berisi telur dan dibungkus dengan daun pisang, jajanan “poro bungkil”, lepet dari ketela pohon yang dihaluskan, hingga tape yang dibungkus daun kemiri khas Desa Kemiren.

Acara tumpeng sewu tahun ini akan jatuh pada Kamis (24/08/2017) selepas Sholat Magrib.

Dimulai dari ritual penyambutan arak-arakan barong sapu jagat, aneka makanan khas suku Osing, hingga pertunjukan kesenian masyarakat adat setempat yang masih terawat baik.

Pecel Pithik merupakan masakan ayam kampung muda yang disuguhkan dengan taburan kelapa muda. Selain lezat, juga dikenal sebagai penganan langka yang masyarakat adat Osing sendiri tak setiap waktu bisa menikmati, proses penyuguhan yang dikemas bersamaan dengan pertunjukan kesenian adat suku Osing membuat menu makan siang itu terasa jauh lebih nikmat.

Berikut beberapa langkah membuat masakan pecel pitik ala penganan khas suku Osing yang konon hanya dibuat untuk suguhan upacara adat bersih desa, khitanan, selamatan sawah ataupun ritual adat lainnya itu. Bahan pertama yang harus disediakan adalah ayam kampung muda, berusia sekitar 7-8 bulan, serta buah kelapa yang tidak terlalu tua.

Ayam kampung yang belum memasuki usia kawin tersebut lalu disembelih dan dibersihkan, sebelum kemudian dipanggang hingga matang. Sementara untuk penyedap rasa, bumbu masak untuk membuat pecel pitik terdiri dari garam, kemiri yang digoreng, air kelapa, cabai merah, serta cabai rawit.

Setelah matang, daging ayam yang telah masak itu di parut kecil-kecil dan dicampur dengan parutan kelapa. Terakhir, campurkan bumbu yang telah diolah ke dalam parutan kelapa beserta ayam panggang yang telah dipotong-potong sesuai selera, dan tambahkan air secukupnya.

Aduk hingga merata seluruh bahan tadi, dan sajikan dengan nasi, selesai. Penasaran juga ingin mencoba?. Hasilnya masakan di rumah bisa jadi memang lezat. Tetapi masakan asli suku Osing di Kemiren tentu saja akan lebih enak. (*)

Eko Suryono

LEAVE A REPLY