Pengusiran Wartawan di Acara Angklung Caruk Berbuntut Panjang

0
30
Choiri Kurnianto, Perwakilan Koma Vision
Choiri Kurnianto, Perwakilan Koma Vision

SUARATIMUR.NET (BANYUWANGI) – Pengusiran terhadap Pendik Riyanto, wartawan BBS TV Surabaya dan anak PSG dari Banyuwangi TV, yang sedang melakukan peliputan acara Festival Angklung Caruk di Gesibu Banyuwangi, Sabtu (17/02/2018), berbuntut panjang.

Komunitas Media Koran Majalah Telivisi dan Online (Koma Vision) Kabupaten Banyuwangi, mengambil langkah cepat untuk segera melaporkan kejadian yang tidak sepatutnya terjadi. Pasalnya, wartawan merupakan mitra kerja pemerintah daerah termasuk Satpol PP Kabupaten Banyuwangi.

Perwakilan Koma Vision Banyuwangi, Choiri Kurnianto kepada SUARATIMUR.NET, Minggu (18/02/2018), mengutuk keras tindakan oknum Satpol PP yang telah mengusir wartawan BBS TV Surabaya, yang bertugas di wilayah Banyuwangi.img-20180217-wa0048_1_1

“Dia diusir saat mengambil gambar Festival Angklung Caruk. Bahkan dia sempat didorong oleh oknum Satpol PP saat di lokasi peliputan,” jelas Choiri.

Perwakilan Koma Vision tersebut menegaskan pengusiran terhadap wartawan, jelas melanggar Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999. Selain itu, tindakan tersebut telah mencederai kedamaian di Kota Gandrung.

Padahal beberapa waktu lalu, Bupati Banyuwangi sudah memerintahkan semua jajarannya termasuk Satpol PP, supaya bersikap melayani dan ramah kepada masyarakat, termasuk kepada wartawan.

Justru perintah itu malah diabaikan, karena terdapat oknum Satpol PP yang sok jagoan dan mentang – mentang mengusir seorang wartawan. Padahal apa yang diliput oleh wartawan TV tersebut, adalah even seni budaya yang patut dan layak untuk diberitakan, serta bisa berpotensi mengangkat seni budaya di Banyuwangi, melalui pemberitaan.

“Kami sangat mengecam tindakan tersebut,” ungkapnya.

Dari peristiwa itu, pihaknya akan meminta Kasatpol PP Banyuwangi menegur anggotanya karena telah mengusir wartawan dari lokasi peliputan, sekaligus mengklarifikasi sejelas – jelasnya, apa maksud dari pengusiran itu.

“Langkah ini kami lakukan, supaya kejadian itu tidak terjadi lagi. Jika tidak, kita akan mengadukan pengusiran itu ke DPRD Banyuwangi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pendik Riyanto wartawan BBS TV Surabaya diusir Oknum Satpol PP Banyuwangi saat melakukan pengambilan gambar diacara Festival Angklung Caruk 2018, yang digelar Pemda Banyuwangi di Ghesibu Blambangan.

Kejadiannya tidak hanya sampai disitu, datanglah saudara YN selaku komandan jaga dengan nada tinggi YN mengusir saya sambil berkata. “Sudah sana pergi, sambil mendorong saya” ungkap Pendik menirukan YN.

Padahal wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang -undang Pers No 40 tahun 1999.

Sementara itu Edy Supriyono, Plt Kasat Pol PP Kabupaten Banyuwangi hingga Minggu (18/02/2018) pagi, masih belum bisa dimintai konfirmasinya. (*)

LEAVE A REPLY