Puskesmas Sempu Gunakan Motor Dalam Memburu Masyarakat Sakit (MAS)

0
19
Puskesmas Sempu Gunakan Motor Dalam Memburu Masyarakat Sakit (MAS)
Puskesmas Sempu Gunakan Motor Dalam Memburu Masyarakat Sakit (MAS)

SUARATIMUR.NET(BANYUWANGI) – Puskesmas Sempu terus berinovasi agar layanan-layanannya dapat menyentuh masyarakat secara optimal.

Setelah sukses dengan layanan jemput bola dengan mobil ambulans dan melibatkan para penjaja sayur keliling  (wlijo) melalui inovasi Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (SAKINA) dan Pemburu Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti), serta program ‘Ayo Kembali ke ASI’, kini Puskesmas Sempu punya inovasi layanan terbaru. Layanan yang dikonsep awal tahun 2017, dan mulai dijalankan pada bulan Maret lalu tersebut dinamakan Pemburu MAS, kependekan dari Pemburu Masyarakat Sakit. Sejak dimulai pada bulan Maret  hingga saat ini sudah terdapat 100 lebih warga sakit yang  miskin yang mendapatkan layanan.

Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi ketika dikonfirmasi, Sabtu (02/09/2017), menjelaskan kali ini terobosan yang dibuat puskesmas Sempu ini menggunakan sepeda motor sebagai armada untuk menjangkau masyarakat miskin yang sakit di wilayah Kecamatan Sempu.

“Sepeda motor yang kami gunakan ini merupakan inventaris bagi kepala puskesmas. Kami sulap sedemikian rupa agar bisa dimanfaatkan untuk mencari masyarakat miskin yang sakit dan kesulitan untuk berobat,” tutur Hadi.

Praktis, berbagai cara dilakukan agar kendaraan tersebut terlengkapi dengan fasilitas. Mulai dari tampilannya yang dibranding dengan tulisan ‘Pemburu MAS – Layanan Jemput Bola Puskesmas Sempu’, ada box obat-obatan dan peralatan medis di bagian belakang. Sepeda motor itu juga dilengkapi dengan lampu sirene yang bisa dihidupkan sewaktu-waktu saat keadaan darurat, serta sebuah alat komunikasi berupa HT.

Setiap hari, terang Hadi, sepeda motor ini berkeliling untuk mencari masyarakat miskin yang sakit. “Kami punya kader aktif yang rutin melaporkan temuan mereka di lapangan. Mereka terdiri dari pengurus RT/RW, kepala dusun, bahkan masyarakat umum,” ujar Hadi.

Meski begitu, imbuhnya, tanpa ada  laporan tentang masyarakat sakit pun, kendaraan  operasional ini akan tetap mobile untuk melakukan pencarian di tengah masyarakat.

Petugas yang diserahi tanggung jawab untuk memburu orang sakit adalah Nyono Manis (52). PNS di Puskesmas Sempu ini berkeliling mulai jam 8 – 11.00.

Nyono mengaku tak ada kendala selama melakukan tugasnya. “Alhamdulillah saya merasa senang dan sekaligus suatu tantangan dan panggilan jiwa saat menjalankan tugas ini. Saya senang karena makin dekat dengan masyarakat miskin, ” kata Nyono.

Nyono mendeskripsikan tugas yang dilakukannya di lapangan. “Setelah menemukan pasien, saya akan memberitahu dokter atau bidan wilayah  untuk ditindaklanjuti pengobatannya. Tak hanya diobati, tetapi mereka juga mendapatkan pendampingan,” tutur Nyono.

Bahkan, Nyono juga melibatkan konselor air susu ibu (ASI) apabila ada keluhan pasien tentang hambatan masalah menyusui.

Menariknya, armada khusus layanan jemput bola masyarakat sakit ini juga mendapatkan support dari salah satu pengusaha Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Sempu. Mereka memberikan Corporate Social Responsibility (CSR)-nya dalam bentuk bantuan bensin sebanyak 25 liter per bulannya. (*)

 Eko Suryono

LEAVE A REPLY