RSUD Blambangan Terus Mantapkan Diri Jelang Keberangkatan ke ICQCC di Manila Filipina

0
71
Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat, Sp.And., M.Kes, dalam peluncuran Kartu Gandrung beberapa waktu lalu
Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat, Sp.And., M.Kes, dalam peluncuran Kartu Gandrung beberapa waktu lalu

SUARATIMUR.NET(Banyuwangi) :: Setelah sukses menyabet medali emas dalam lomba Indonesian Quality Convention  yang diselenggarakan di Bndung, 29 November hingga 2 Desember 2016 lalu, kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, melirik bisa mengukir prestasi di ajang International Convention Quality Control Circle (ICQCC), yang akan berlangsung di Manila, Filipina, ……

Seperti kita ketahui, rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi itu, tahun lalu brhasil meraih medali emas dalam lomba yang sebelumnya di Indonesia lebih dikenal sebagai Kelompok Budaya Kerja (KBK) atau Gugus Kendali Mutu (GKM), yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia, Banyuwangi sendiri tampil mewakili Provinsi Jawa Timur.

Berkat keunggulannya dalam melakukan inovasi ‘Lahir Procot Pulang Bawa Akte’, rumah sakit milik Pemkab. Banyuwangi tersebut, berhak mewakili Indonesia ke International Convention Quality Control Circle (ICQCC) di Manila, Filipina.

Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufiq Hidayat, Sp.And, M.Kes kepada SUARATIMUR.NET, Jum’at (25/08/2017), mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pemantapan terhadap SDM yang telah mengharumkan nama rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu berhasil merebut medali emas dalam ajang bergengsi di bidang pelayanan kesehatan.Dan, kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi.

“Kami tengah melakukan pemantapan dalam penguasaan bahasa Inggris karena risalah yang akan ditampilkan dalam ICQCC nanti harus berbahasa Inggris. Karena itu, kami mengkursuskan mereka yang akan dalam ajang internasional tersebut,’’ jelas dr. Taufiq.

Penampilan RSUD Blambangan di ajang ICQCC, kata dr. Taufiq, sebuah kebanggaan tersendiri dimana pihaknya bisa mewakili negara di ajang internasional pada akhir bulan Oktober 2017 mendatang.

‘’Untuk itu kami bersungguh-sungguh mempersiapkannya agar tim kami mampu mengukir prestasi di ajang ICQCC,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, Quality Control Circle (QCC)  atau yang sebelumnya di Indonesia lebih dikenal sebagai Kelompok Budaya Kerja (KBK) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong agar seluruh instansi di Indonesia memiliki budaya kerja yang baik. QCC ini pun saat ini tengah didorong di seluruh dunia.

Dalam lomba tersebut, RSUD Blambangan tak sekedar mempresentasikan apa makna inovasi ‘Lahir Procot Pulang Bawa Akte’. Mereka juga mempromosikan pariwisata Banyuwangi lewat tampilan mereka dengan kostum Gandrung Banyuwangi, diiringi tarian dan lagu khas Banyuwangi.

Presentasi  ini diawali dengan munculnya empat perempuan berkostum Gandrung  yang megah. Desain kostum gandrung yang dominan warna hitam dengan perpaduan warna merah dan emas terlihat anggun dan elegan. Kemunculan mereka ditandai dengan dinyanyikannya mars ‘Lahir Procot Pulang Bawa Akte’ sambil menampilkan stage act ala penari Gandrung.

Kemudian dikisahkan, RSUD Blambangan kedatangan  seorang wanita yang kesakitan karena  tiba saatnya melahirkan. Wanita tersebut langsung mendapatkan penanganan dari bidan RSUD Blambangan, hingga bayinya lahir dengan selamat. Keesokan harinya, dia membawa pulang anaknya sambil menenteng akte kelahiran yang sudah jadi, lengkap dengan Kartu Keluarga yang baru.

Kemudian, para penari gandrung yang juga PNS RSUD Blambangan tersebut, satu persatu mempresentasikan apa itu inovasi ‘Lahir Procot Pulang Bawa Akte’. Dengan apik dan suara yang lantang ditambah sedikit koreografi, secara bergantian mereka menerangkan langkah-langkah pengurusan akte kelahiran. Sembari sang presentator menerangkan, layar slide juga menampilkan berbagai penjelasan dan gambar. Presentasi tersebut diakhiri dengan dinyanyikannya lagu Using bersama-sama.

Presentasi yang memadukan antara unsur penyampaian informasi dengan promosi seni budaya Banyuwangi itu rupanya membuat juri memberikan poin lebih. Banyuwangi dianugerahi sebagai juara pertama lomba QCC dan membawa pulang medali emas.

Penghargaan tersebut diserahkan Chairman Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia (PMMT),  Idaris D. Simorangkir di Hotel Golden Flower, Jl Asia Afrika no 15 – 17, Bandung.

Dengan kemenangan ini, RSUD Blambangan berhak maju untuk mewakili Indonesia di Manila Filipina untuk mengikuti International Convention Quality Control Circle (ICQCC). “Kami ingin penampilan kami lebih baik lagi, sebab saingannya berasal dari negara-negara maju seperti Jepang, Thailand, China dan Korea. Kami ingin tampil profesional, tetapi tetap dengan kemasan “Usingnese”. Dan kami siap berperan sebagai marketer yang siap menjual Banyuwangi ke mancanegara,” ujar Taufiq.

Taufiq berharap, ke depan berbagai terobosan baru akan terus tumbuh di instansinya. “Kami menginginkan semakin banyak KBK atau QCC yang terbentuk di RSUD Blambangan. Saya yakin kalau nanti di tiap-tiap ruangan/instalasi/unit di RSUD Blambangan QCC-nya aktif maka kualitas layanan publik kami akan semakin baik. Karena kalau QCC-nya aktif maka akan muncul inovasi-inovasi baru. Kualitas layanan publik akan meningkat dan akhirnya masyarakat yang akan diuntungkan,” tegasnya (*)

LEAVE A REPLY