Sejumlah Elemen Masyarakat Desak Polisi Tidak Tebang Pilih Terhadap Tersangka Pelanggar IUP

0
91
Sejumlah elemen mendesak Polres Banyuwangi tidak tebang pilih dalam memproses hukum pelaku penambang sirtu yang melanggar undang-undang
Sejumlah elemen mendesak Polres Banyuwangi tidak tebang pilih dalam memproses hukum pelaku penambang sirtu yang melanggar undang-undang

SUARATIMUR.NET(BANYUWANGI) – Sejumlah elemen masyarakat di Banyuwangi, Kamis (05/10/2017), mendesak aparat kepolisian untuk segera memproses hukum terhadap tersangka dugaan pelanggaran Ijin Usaha Pertambangan (IUP) lainnya.

Pasalnya, Pengadilan Negeri Banyuwangi telah menyatakan bersalah dan menjatuhkan vonis hukuman dua bulan 15 hari penjara terhadap M. Vahid Faiq, Selasa (03/10/2017) lalu, salah satu dari 10 pemilik tambang pasir atau batu yang diduga tidak memiliki IUP.

‘’Karena itu, kami meminta aparat hukum segera memproses hukum tersangka pelanggar IUP lainnya. Masih ada 10 tersangka lagi yang beberapa waktu lalu lokasi tambang sirtunya sempat dipolise line karena tidak dilengkapi IUP,’’ tegas Abdillah Rafsanjani, Ketua Forum Suara Blambangan (FORSUBA) dalam acara Gesah Reboan KAHMI, Kamis.

Hadir dalam acara rutin itu, antara lain pengurus FORSUBA, Pemuda Pancasila, LSM GRUP dan kader Korps Alumni HMI.

Menurut Abdillah Rafsanjani, dengan adanya keputusan Pengadilan Negeri Banyuwangi terhadap M. Vahid Faiq itu berarti polisi harus segera menindaklanjuti untuk memproses hukum 10 orang tersangka lainnya.

“Sesuai undang-undang semua warga memiliki kedudukan yang sama dihadapan hukum. Dengan adanya keputusan bersalah M. Vahid Faiq, penambang galian C yang tidak memiliki ijin, maka aparat hukum lainnya harus memproses tersangka lainnya,’’ tegas Abdillah.

Karena itu, apabila dalam satu minggu ke depan aparat kepolisian tidak melakukan langkah hukum terhadap tersangka pelanggar IUP lainnya, lanjut Abdillah, pihaknya bersama elemen masyarakat lainnya akan bersilaturahmi dengan Kapolres Banyuwangi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodiq Effendi, hingga berita ini ditayangkan belum juga bisa dimintai konfirmasinya. (*)

Nurhadi/*ONO

LEAVE A REPLY